Ukraina Serang Pusat Data di Rusia, Bot Propaganda Kremlin Tumbang?

Ukraina Serang Pusat Data di Rusia, Bot Propaganda Kremlin Tumbang?

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 17:08 WIB
Asap mengepul di atas pusat data Yandex di Sasovo, Rusia, setelah serangan drone Ukraina. Serangan terhadap sejumlah fasilitas Yandex memicu gangguan layanan digital dan spekulasi mengenai dampaknya terhadap operasi propaganda daring RusiaFoto: SOCIA
Asap mengepul di atas pusat data Yandex di Sasovo, Rusia, setelah serangan drone Ukraina (SOCIAL MEDIA/REUTERS)
Moskow -

Serangan drone Ukraina terhadap pusat data perusahaan internet Rusia, Yandex, memicu spekulasi bahwa operasi propaganda dan disinformasi Kremlin di media sosial ikut terganggu. Namun, para pakar menilai belum ada bukti yang cukup untuk memastikan hubungan langsung antara serangan tersebut dan penurunan aktivitas bot.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan serangan itu membuat aktivitas di sejumlah platform media sosial terasa lebih mudah. Sejumlah pengguna juga mengaku melihat penurunan konten yang mendukung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Rusia, dan partai sayap kanan Jerman, Alternative für Deutschland (AfD).

Yandex mengonfirmasi pusat datanya di Vladimir, sekitar 170 kilometer di timur Moskow, rusak akibat serangan drone pada Minggu (11/10). Operasional sempat dihentikan sebelum layanan pulih secara bertahap. Gangguan turut memengaruhi layanan pembayaran dan pemesanan taksi di sejumlah wilayah Rusia dan luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Serangan tersebut menyusul serangan terhadap fasilitas Yandex di Sasovo pada Kamis (8/10) dan Kaluga pada Jumat (9/10). Menurut Cloudflare Radar, lalu lintas internet dari Yandex turun sekitar 35 persen setelah serangan di Sasovo, lalu merosot hingga 99 persen setelah pusat data di Vladimir ditutup, dibandingkan pekan sebelumnya.

Klaim penurunan bot propaganda

Sejumlah pengguna media sosial mengaitkan gangguan tersebut dengan berkurangnya aktivitas akun otomatis atau bot yang menyebarkan propaganda dan disinformasi.

ADVERTISEMENT

Mantan grandmaster catur Rusia yang kini hidup di pengasingan, Garry Kasparov, mengatakan aktivitas bot Rusia di linimasa media sosialnya telah menurun drastis.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menyinggung dampak serangan tersebut dalam Forum Keamanan Warsawa pada Senin (12/10). Ia mengatakan bahwa sejak Ukraina mulai menargetkan pusat data Rusia, aktivitas di sejumlah platform media sosial terasa lebih mudah.

Perdana Menteri Lithuania Mindaugas Sinkevicius bahkan menyarankan serangan lebih lanjut terhadap pusat data Rusia untuk membantu melindungi pemilu mendatang di Lithuania dan Polandia.

"Kita harus meminta Presiden Zelenskyy untuk menyerang lebih banyak pusat data di Rusia. Saya kira itu bisa membantu," katanya dalam forum tersebut.

Namun, para pakar disinformasi meragukan kesimpulan bahwa serangan terhadap Yandex telah membungkam jaringan propaganda Kremlin.

Nikola Tulechki, pakar pemantauan operasi disinformasi dari organisasi Data for Good, mengatakan belum ada bukti yang mendukung klaim tersebut. Menurutnya, grafik Cloudflare yang banyak dibagikan hanya menunjukkan penurunan permintaan otomatis dari jaringan Yandex menuju situs web, bukan penurunan aktivitas bot di media sosial.

Kelompok Antibot4Navalny, yang memantau operasi pengaruh terkait Rusia, juga menilai interpretasi terhadap data Cloudflare tersebut keliru.

Editor: Rizki Nugraha

Tonton juga video "Cerita Horor Warga soal Detik-detik Serangan Rudal di Kharkiv!"

(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini