Qatar, yang menjadi mediator konflik Timur Tengah, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran masih terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang yang berlarut-larut. Meskipun diakui oleh Doha bahwa kebuntuan sedang terjadi setelah tujuh bulan konflik berlangsung.
Pejabat Kementerian Luar Negeri Qatar, Ibrahim Al-Hashimi, seperti dilansir AFP, Rabu (7/10/2026), mengatakan bahwa negosiasi tidak langsung antara Washington dan Teheran itu mempertimbangkan "kekhawatiran berbagai pihak".
"Saya dapat mengonfirmasi bahwa pembicaraan terus berlanjut dan pertukaran pesan antar berbagai pihak masih berlangsung melalui Qatar dan mitra-mitra regionalnya," kata Al-Hashimi dalam pernyataannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagaimana Anda ketahui, skala konflik ini dan besarnya harga yang harus dibayar oleh seluruh dunia, menuntut kita untuk mengerahkan upaya terbaik guna mengakhiri ini segera melalui solusi yang dapat disepakati di meja perundingan," ucapnya.
Pernyataan terpisah yang dirilis oleh Kerajaan Qatar menyebutkan bahwa Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani melakukan pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni, di Doha pada Selasa (6/10) waktu setempat.
Tidak dijelaskan lebih lanjut soal topik pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Perang yang berkecamuk antara AS dan Israel melawan Iran sejak 28 Februari lalu, tak kunjung berakhir meskipun telah ada gencatan senjata rapuh yang disepakati pada April lalu, yang kemudian disusul nota kesepahaman (MoU) yang diteken kedua negara pada Juni lalu.
Pertempuran kembali pecah saat kedua negara berselisih sengit mengenai kendali atas Selat Hormuz, jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global.
Upaya-upaya diplomasi, dengan yang terbaru digelar bulan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York, belum mampu menghasilkan kesepakatan.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan pada Senin (5/10) bahwa pembicaraan dengan AS "tidak ada gunanya" dan hanya berujung pada serangan-serangan baru.
Simak juga Video 'Trump Klaim Ekonomi Iran Hancur: Inflasi Mereka Tak Tertandingi!':










































