Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diduga memanfaatkan pembajakan flydubai untuk menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam perang lanjutan melawan Iran. Pentagon bersiap mengerahkan kapal induk ketiga AS ke kawasan Timur Tengah.
Laporan media pemerintah Iran, Press TV, yang mengutip keterangan "sumber regional", mencurigai Netanyahu merencanakan operasi pembajakan pesawat dengan taktik "false flag" demi menyeret Presiden AS Donald Trump kembali ke perang melawan Iran.
Sementara itu, pengerahan kapal induk ketiga AS itu disertai kelompok tempurnya dan kapal-kapal tambahan dari Korps Marinir. Pengerahan tersebut akan menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Jumat (2/10/2026):
- Houthi Bantah Serang Gardu Pemasok Listrik ke Masjid Nabawi
Kelompok Houthi, yang bermarkas di Yaman, membantah telah menyerang gardu distribusi listrik di wilayah Madinah, Arab Saudi, yang memasok aliran listrik untuk Masjid Nabawi. Houthi menyebut tuduhan Saudi itu sebagai "kebohongan".
Koalisi pimpinan Saudi melaporkan bahwa penyelidikan dan pemeriksaan terhadap puing-puing drone mengonfirmasi keterlibatan Houthi dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap gardu listrik di Madinah, yang terjadi pada Selasa (29/9) waktu setempat.
Menurut koalisi pimpinan Saudi, gardu listrik itu memasok aliran listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam ajaran Islam.
- Netanyahu Manfaatkan Pembajakan Flydubai untuk Seret AS ke Perang Lagi?
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dicurigai merencanakan operasi pembajakan pesawat dengan taktik "false flag" dan memanfaatkannya dalam upaya menyeret Amerika Serikat (AS) ke dalam perang lanjutan melawan Iran.
Kecurigaan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (2/10/2026), dilontarkan oleh media pemerintah Iran, Press TV, yang mengutip keterangan "sumber regional yang mengetahui informasi tersebut" dalam laporan terbaru pada Kamis (1/10) waktu setempat.
Menurut sumber yang dikutip Press TV tersebut, upaya pembajakan terhadap pesawat maskapai Uni Emirat Arab (UEA), flydubai, yang mengudara dari Dubai menuju Tel Aviv pada Rabu (30/9) waktu setempat, merupakan bagian dari taktik "false flag" yang dimaksud.
- Arab Saudi Cegat 6 Rudal-Drone Mengarah ke Wilayahnya
Koalisi pimpinan Arab Saudi mencegat setidaknya enam rudal balistik dan drone yang terdeteksi mengarah ke wilayah selatan negara tersebut.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Maliki, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (2/10/2026), mengatakan pada Kamis (1/10) waktu setempat bahwa sedikitnya dua rudal balistik dicegat di atas kota Khamis Mushait dan Jazan.
Empat drone, sebut Al-Maliki, dicegat di wilayah Khamis Mushait.
- Perang Iran Tak Kunjung Usai, AS Kirim Kapal Induk ke-3 ke Timur Tengah
Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) sedang bersiap mengerahkan kapal induk ketiga AS, beserta kelompok tempurnya, dan kapal-kapal tambahan dari Korps Marinir ke kawasan Timur Tengah.
Pengerahan tersebut akan menambah sekitar 9.000 hingga 10.000 personel militer AS yang dikerahkan ke kawasan tersebut.
Laporan pengerahan kapal induk AS itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Jumat (2/10/2026), disampaikan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ) dalam laporan terbaru, yang mengutip keterangan para pejabat AS, pada Kamis (1/10) waktu setempat.
- Taiwan Terima 2 Jet Tempur F-16V Buatan AS untuk Tangkal China
Taiwan telah menerima dua unit pertama jet tempur F-16V buatan Amerika Serikat (AS), saat negara itu meningkatkan kemampuan militernya dalam menangkal potensi serangan China. Dua jet tempur canggih itu mendarat di Pangkalan Udara Chihhang, Taitung, pada Jumat (2/10) waktu setempat.
Kedatangan jet tempur ini akan membantu memperkuat Angkatan Udara Taiwan, yang harus mengerahkan jet tempur hampir setiap hari untuk memantau pergerakan militer China.
Dua jet tempur jenis F-16V Block 70 itu, seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (2/10/2026), merupakan bagian dari 66 unit jet tempur yang dipesan oleh Taipei sejak tahun 2019. Kesepakatan senilai US$ 8 miliar itu disetujui Washington pada masa jabatan pertama Presiden AS Donald Trump.
Simak juga Video 'Iran Sebut Netanyahu Bikin Skenario Flydubai Demi Seret AS ke Perang!':










































