Koalisi pimpinan Arab Saudi mencegat setidaknya enam rudal balistik dan drone yang terdeteksi mengarah ke wilayah selatan negara tersebut.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Maliki, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (2/10/2026), mengatakan pada Kamis (1/10) waktu setempat bahwa sedikitnya dua rudal balistik dicegat di atas kota Khamis Mushait dan Jazan.
Empat drone, sebut Al-Maliki, dicegat di wilayah Khamis Mushait.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini tidak ada korban jiwa atau kerusakan akibat serangan rudal dan drone tersebut. Asal atau sumber serangan rudal dan drone itu tidak disebutkan lebih lanjut.
Namun beberapa waktu terakhir, Saudi terseret ke dalam konflik Yaman yang kembali berkobar antara kelompok Houthi, yang didukung Iran, dan pasukan pemerintah Yaman, yang didukung Riyadh.
Rentetan serangan Houthi menargetkan wilayah Saudi, dengan pasukan Riyadh melancarkan serangan terhadap target-target Houthi di Yaman.
Koalisi pimpinan Arab Saudi menegaskan akan terus mengambil langkah-langkah operasional untuk menangkal Houthi.
Pencegatan rudal dan drone itu diumumkan pada hari yang sama ketika koalisi Saudi menuduh Houthi telah menyerang kota Madinah. Al-Maliki, dalam pernyataan sebelumnya, mengatakan bahwa sebuah drone menghantam gardu distribusi listrik Taibah pada Selasa (29/9) pagi, sekitar pukul 05.11 waktu setempat.
Al-Maliki menyebutkan bahwa "penyelidikan dan bukti yang dikumpulkan oleh otoritas berwenang telah mengonfirmasi keterlibatan milisi teroris Houthi dalam merencanakan dan melaksanakan tindakan teroris pengecut ini, berdasarkan analisis pascakejadian dan puing-puing drone yang digunakan".
Serangan itu melumpuhkan satu transformator pada gardu tersebut, namun tidak mengganggu jaringan listrik secara keseluruhan. Menurut koalisi pimpinan Saudi, gardu listrik itu memasok aliran listrik ke Masjid Nabawi, salah satu situs paling suci dalam ajaran Islam.
Houthi telah membantah tuduhan Saudi tersebut. Seorang sumber militer Houthi, yang dikutip kantor berita Saba, yang dikelola oleh kelompok tersebut, menyebut tuduhan itu sebagai sebuah "kebohongan".
Tonton juga video "Kerajaan Arab Saudi Dukung Penuh Pemerintah Yaman Perangi Houthi"










































