Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar pekan ini di New York, Amerika Serikat (AS). Pezeshkian bertekad untuk "mempertahankan dengan tegas" posisi negara Iran di hadapan Majelis Umum PBB.
Tekad itu, seperti dilansir AFP, Selasa (22/9/2026), disampaikan Pezeshkian sebelum bertolak dari Iran ke New York pada Selasa (22/9) waktu setempat.
"Kita berhasil menghadapinya dengan kepala tegak, dan ini merupakan sumber martabat dan kebanggaan bagi kita semua," kata Pezeshkian kepada wartawan sebelum meninggalkan Iran, sebagaimana terlihat dalam tayangan televisi pemerintah Teheran.
"Oleh karena itu, kita akan mempertahankan posisi kita dengan tegas di forum-forum internasional," tegasnya.
Pezeshkian dijadwalkan untuk berpidato di hadapan Majelis Umum PBB pada Rabu (23/9) waktu AS.
"Kita akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menyampaikan situasi sulit yang dihadapi Iran kepada masyarakat Iran. Kita akan menegaskan kepada musuh bahwa, terlepas dari segala ketidakadilan dan kesewenang-wenangan, rakyat Iran tetap teguh pada pendiriannya," ujar Presiden Iran tersebut.
Begitu mendarat di New York nanti, Pezeshkian akan menjadi pejabat Iran dengan jabatan paling tinggi yang menginjakkan kaki di wilayah AS sejak perang Timur Tengah dimulai pada akhir Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap target-target di Iran
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran mengumumkan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi telah tiba di New York pada Senin (21/9) waktu setempat. Araghchi menjadi pejabat tinggi pertama Iran yang memasuki wilayah AS sejak perang Timur Tengah berkecamuk.
(nvc/dhn)