Presiden Iran Ingatkan Respons Tegas Jika AS Lanjutkan Serangan

Presiden Iran Ingatkan Respons Tegas Jika AS Lanjutkan Serangan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2026 17:54 WIB
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Morteza Fakhri Nezhad/IRIB/WANA via Reuters)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (dok. Morteza Fakhri Nezhad/IRIB/WANA via Reuters)
New York -

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memperingatkan bahwa Teheran akan merespons secara tegas jika Amerika Serikat (AS) berupaya melanjutkan serangan. Pezeshkian juga kembali menegaskan bahwa Iran tidak memilih perang dan tidak menginginkan perang.

"Kami tidak pernah memulai perang, namun jika mereka ingin terus berperang melawan kami, kami akan merespons dengan keras dan secara tegas," ucap Pezeshkian memperingatkan AS, dalam wawancara dengan wartawan Fox News, Bret Baier, seperti dilansir Press TV, Sabtu (26/9/2026).

Wawancara dengan media AS itu dilakukan Pezeshkian di sela-sela menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS, pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bahwa Iran terpaksa membela diri setiap kali mendapat serangan.

ADVERTISEMENT

"Kami tidak memilih perang. Perang itu dipaksakan kepada kami. Kami tidak menginginkan perang. Sebaliknya, setiap kami mereka menyerang kami, kami terpaksa membela diri," kata Pezeshkian dalam wawancara tersebut.

Presiden Iran itu juga menolak tekanan yang bertujuan memaksa Teheran untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional.

"Dan saat ini, tekanan yang terus mereka berikan kepada kami bertujuan memaksa kami untuk menyerah di luar kerangka hukum internasional, itu adalah sesuatu yang mustahil," ucapnya.

Perang yang berkecamuk sejak akhir Februari lalu, yang diawali oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran, terus berlarut-larut meskipun sempat diwarnai gencatan senjata rapuh. Pada Juni lalu, kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang secara permanen.

Namun MoU itu kolaps setelah kedua negara saling menuduh adanya pelanggaran. Pertempuran pun kembali berkobar, dengan AS dan Iran saling melancarkan serangan. Perselisihan sengit memperebutkan kendali atas Selat Hormuz semakin memperburuk situasi konflik dan mempersulit upaya diplomasi.

Ditanya mengenai negosiasi terbaru, yang dilakukan secara tidak langsung, antara Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff di sela-sela Sidang Umum PBB, Pezeshkian menegaskan posisi Teheran tetap berlandaskan hukum internasional.

"Apa yang dibahas dan dinegosiasikan berada dalam kerangka hukum internasional, dan mencakup hal-hal yang menjadi hak sah kami menurut hukum internasional," ucapnya, sembari menambahkan bahwa Iran "bersedia" menindaklanjuti MoU yang telah diteken sebelumnya.

Namun lebih lanjut, Pezeshkian menyinggung soal hambatan utama dalam negosiasi dengan AS, yaitu "ketidakpercayaan mendalam" yang muncul di antara kedua negara. Dia mengaitkannya dengan langkah Presiden Donald Trump menarik AS secara sepihak dari kesepakatan nuklir tahun 2015.

"Presiden Anda mengoyak kesepakatan itu," sebutnya.

"Jika kita tidak bisa saling percaya dalam kerangka dialog, bagaimana kita bisa berharap masalah-masalah ini akan pernah bisa diselesaikan?" tanya Pezeshkian.

Tonton juga video "Presiden Iran Balas Trump: AS Tak Bisa Hancurkan Kami"

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini