Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya sedang dalam "mode pengambilan keputusan" yang krusial terkait situasi konflik dengan Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan akan menyerang target-target baru dan mengerahkan senjata baru, jika AS kembali menyerang.
Trump memperingatkan bahwa "hal-hal besar" akan terjadi jika Teheran tidak mengubah perilakunya.
Sementara itu, IRGC menegaskan bahwa "pasti akan ada perubahan signifikan dalam pertahanan dan serangan balasan kami" jika terjadi serangan baru dari AS. Ditegaskan juga oleh IRGC bahwa pasukannya siap menghadapi "perang berkepanjangan".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (21/9/2026):
- Trump Peringatkan Iran Jika Berulah: Hal Besar Bisa Terjadi Sebentar Lagi
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dirinya sedang dalam "mode pengambilan keputusan" yang krusial terkait situasi konflik dengan Iran. Trump memperingatkan bahwa "hal-hal besar" akan terjadi jika Teheran tidak mengubah perilakunya.
"Pertanyaannya adalah apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Sebaiknya mereka (Iran-red) bersikap baik," kata Trump dalam wawancara terbaru dengan televisi terkemuka AS, Fox News, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (21/9/2026).
Dalam wawancara yang disiarkan pada Minggu (20/9) waktu setempat itu, Trump menguraikan pilihan-pilihan yang dimilikinya saat ini.
- Tak Ada Takut-takutnya Iran atas Ancaman AS: Ada Balasan untuk Setiap Serangan
Iran melontarkan peringatan terbaru terhadap Amerika Serikat (AS) jika melanjutkan operasi militer terhadap Teheran. Ditegaskan oleh Iran bahwa setiap serangan AS akan memicu pembalasan yang berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di kawasan Timur Tengah.
Peringatan itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Senin (21/9/2026), disampaikan setelah Angkatan Bersenjata Iran menerima informasi terbaru soal AS sedang bersiap untuk melanjutkan operasi tempur.
"Setiap serangan AS akan dibalas dengan serangan terus-menerus terhadap pangkalan dan kepentingan AS," demikian bunyi peringatan yang disampaikan Angkatan Bersenjata Iran.
- Info Keliru dari AI Nyaris Picu AS Serang Kapal China di Timur Tengah
Laporan intelijen yang beredar di kalangan militer Amerika Serikat (AS), di tengah situasi perang melawan Iran, nyaris memicu perang lainnya dengan China. Laporan intelijen yang belakangan diketahui disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) itu ternyata memberikan informasi yang keliru.
Dituturkan empat sumber yang mengetahui situasi ini, seperti dilansir CNN, Senin (21/9/2026), bahwa laporan intelijen yang beredar di kalangan militer AS pada musim semi lalu menyebutkan bahwa sebuah kapal China di Timur Tengah diduga mengangkut komponen untuk program senjata nuklir.
Laporan itu dengan segera memicu kewaspadaan tinggi, dengan militer AS langsung menyusun rencana untuk mencegat kapal yang dimaksud.
- Jika AS Menyerang, Iran Bakal Pakai Senjata Baru dan Incar Target Baru
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menyerang target-target baru dan mengerahkan senjata baru, jika Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Teheran.
Selama hampir tujuh bulan konflik berlangsung, Teheran dan Washington masih terjebak dalam jalan buntu. Meskipun kedua negara tampaknya tidak ingin kembali ke perang berskala penuh.
"Jika terjadi agresi baru, kami tentu akan mengubah persenjataan dan cakupan wilayah perang," kata juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (21/9/2026).
- Italia Akan Larang Burqa di Sekolah, Batasi Jumlah Siswa Asing
Italia akan melarang penggunaan burqa dan niqab di sekolah-sekolah. Otoritas Roma juga akan membatasi jumlah siswa asing di setiap kelas.
Rencana larangan burqa dan niqab itu, seperti dilansir AFP, Senin (21/9/2026), diungkapkan Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni saat berbicara di hadapan pertemuan sayap pemuda Partai Persaudaraan Italia (Fdl) yang dipimpin olehnya.
Italia merupakan negara garis depan dalam isu migrasi, dan integrasi menjadi isu kampanye utama menjelang pemilu tahun depan.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: KM Virgo Tenggelam hingga Purbaya Dicopot










































