Jika AS Menyerang, Iran Bakal Pakai Senjata Baru dan Incar Target Baru

Jika AS Menyerang, Iran Bakal Pakai Senjata Baru dan Incar Target Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 15:33 WIB
Garda Revolusi Iran tembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Garda Revolusi Iran tembakkan roket dari sejumlah kapal dalam latihan militer di perairan Teluk (dok. AFP)
Teheran -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa mereka akan menyerang target-target baru dan mengerahkan senjata baru, jika Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Teheran.

Selama hampir tujuh bulan konflik berlangsung, Teheran dan Washington masih terjebak dalam jalan buntu. Meskipun kedua negara tampaknya tidak ingin kembali ke perang berskala penuh.

"Jika terjadi agresi baru, kami tentu akan mengubah persenjataan dan cakupan wilayah perang," kata juru bicara IRGC, Hossein Mohebbi, dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (21/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mohebbi menambahkan bahwa pasukan IRGC siap menghadapi "perang berkepanjangan". Dia juga menyatakan bahwa "pasti akan ada perubahan signifikan dalam pertahanan dan serangan balasan kami" jika terjadi serangan baru dari AS.

ADVERTISEMENT

"Kami akan menghadirkan senjata-senjata baru dengan kemampuan baru di medan perang, dan dunia akan terkejut," cetusnya.

"Target-target kami juga belum tentu sama seperti sebelumnya. Kami memiliki target-target baru yang belum pernah diserang," ujar Mohebbi dalam pernyataannya.

Iran Ingatkan Pembalasan Terus-Menerus Jika AS Lanjutkan Serangan

Pernyataan Mohebbi tersebut disampaikan setelah Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang menjadi pusat komando terpadu militer Iran, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi yang mengindikasikan AS telah memutuskan untuk kembali melancarkan seragan terhadap Iran.

"Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," sebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.

Ditegaskan oleh Iran bahwa setiap serangan AS akan memicu pembalasan yang berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di Timur Tengah.

"Setiap serangan AS akan dibalas dengan serangan terus-menerus terhadap pangkalan dan kepentingan AS," demikian bunyi peringatan yang disampaikan Angkatan Bersenjata Iran.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga memperingatkan bahwa negara-negara kawasan akan dianggap "terlibat" jika mereka "berpihak pada agresi" AS.

"Kami memperingatkan jika negara-negara di kawasan ini -- dengan terus menerapkan kebijakan bermuka dua terhadap Republik Islam Iran -- berpihak pada agresi 'Setan Besar' terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, maka mereka semua akan dianggap terlibat dalam tindak kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan sikap menahan diri atau kesantunan dari Angkatan Bersenjata Iran yang tangguh," tegas Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Lihat juga Video: Isi Lengkap Syarat Iran Sebelum Setuju Setop Perang dengan AS

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini