Tak Ada Takut-takutnya Iran atas Ancaman AS: Ada Balasan untuk Setiap Serangan

Tak Ada Takut-takutnya Iran atas Ancaman AS: Ada Balasan untuk Setiap Serangan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 10:53 WIB
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Ilustrasi -- Pasukan Garda Revolusi Iran (dok. AFP)
Teheran -

Iran melontarkan peringatan terbaru terhadap Amerika Serikat (AS) jika melanjutkan operasi militer terhadap Teheran. Ditegaskan oleh Iran bahwa setiap serangan AS akan memicu pembalasan yang berkelanjutan terhadap pangkalan dan kepentingan Washington di kawasan Timur Tengah.

Peringatan itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Senin (21/9/2026), disampaikan setelah Angkatan Bersenjata Iran menerima informasi terbaru soal AS sedang bersiap untuk melanjutkan operasi tempur.

"Setiap serangan AS akan dibalas dengan serangan terus-menerus terhadap pangkalan dan kepentingan AS," demikian bunyi peringatan yang disampaikan Angkatan Bersenjata Iran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, yang menjadi pusat komando seluruh angkatan bersenjata Iran, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi yang mengindikasikan AS telah memutuskan untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran.

ADVERTISEMENT

"Berdasarkan informasi yang diterima, Amerika yang kriminal sekali lagi telah memutuskan untuk melanjutkan langkah-langkah terhadap Iran, dengan lampu hijau dari sejumlah negara kawasan, dalam sebuah pertemuan gabungan di sebuah negara Eropa," sebut Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.

Lebih lanjut, Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya memperingatkan bahwa negara-negara kawasan akan dianggap "terlibat" jika mereka "berpihak pada agresi" AS.

"Kami memperingatkan jika negara-negara di kawasan ini -- dengan terus menerapkan kebijakan bermuka dua terhadap Republik Islam Iran -- berpihak pada agresi 'Setan Besar' terhadap Iran yang kuat dan berdaulat, maka mereka semua akan dianggap terlibat dalam tindak kejahatan ini dan tidak dapat lagi mengharapkan sikap menahan diri atau kesantunan dari Angkatan Bersenjata Iran yang tangguh," tegas Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya.

Peringatan itu disampaikan setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengungkapkan bahwa Teheran telah menyampaikan syarat-syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz kepada Washington melalui mediator.

"Kecuali syarat-syarat ini dipenuhi, hak-hak sah rakyat Iran diakui, dan komitmen Amerika diterapkan, tidak akan ada peluang untuk kembali ke kondisi negosiasi sebelumnya ataupun membuka kembali Selat Hormuz," tegasnya.

"Pesan-pesan tersebut telah disampaikan dan syarat-syarat kami telah dijelaskan secara gamblang kepada pihak lawan melalui para mediator," imbuhnya.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, sebelumnya juga menyatakan bahwa tidak akan ada kembali ke meja perundingan kecuali jika syarat-syarat Teheran dipenuhi.

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini