×
Ad

Serangan Houthi ke Saudi Tuai Kecaman

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 20 Sep 2026 21:06 WIB
Ilustrasi dampak serangan kelompok Houthi di Arab Saudi (Foto: Reuters)
Jakarta -

Serangan kelompok pemberontak Houthi ke Riyadh, Arab Saudi menuai kecaman. Kecaman tersebut datang dari sejumlah pihak, salah satunya pemerintah Yaman.

Dirangkum detikcom, Minggu (20/9/2026), ledakan terdengar di Riyadh pada hari Sabtu (19/9/2026), waktu setempat setelah otoritas Arab Saudi mengeluarkan peringatan serangan udara menyusul ancaman serangan dari kelompok Houthi pro-Iran di Yaman. Pemerintah Yaman menilai serangan Houthi tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Saudi.

Kementerian Luar Negeri Yaman dalam keterangannya seperti dilansir Al Jazeera menganggap kelompok Houthi bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kemlu Yaman menambahkan, pihaknya "juga menganggap rezim Iran bertanggung jawab karena terus memberikan dukungan militer kepada kelompok itu dan memungkinkannya melanjutkan serangan demi kepentingan agenda regional Iran".

Mereka juga menyatakan dukungan terhadap langkah apa pun yang diambil oleh Arab Saudi dan pasukan koalisi pimpinan Saudi untuk "menangkal serangan dan melindungi keamanan kerajaan".

Diketahui, Yaman bergabung dengan Mesir, Yordania, Bahrain, dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) dalam mengecam serangan tersebut. Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menerima dukungan militer dan koalisi yang berkelanjutan dari Arab Saudi.

Sementara itu, pertempuran antara pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan kelompok pejuang Houthi yang didukung Iran menewaskan 48 orang dalam beberapa jam terakhir. Dilansir AFP, Minggu (20/9/2026), sumber militer pemerintah Yaman mengonfirmasi 17 prajuritnya tewas. Sementara itu, sebanyak 31 orang dari pihak Houthi juga dilaporkan tewas.

AS Imbau Warganya Waspada Berpergian ke Timur Tengah

Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya yang berada di luar kawasan Timur Tengah mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke dan melalui kawasan tersebut. Peringatan tersebut dikeluarkan di tengah eskalasi Timur Tengah yang meningkat.

Dilansir Anadolu, Minggu (20/9/2026), melalui platform media sosial akun Travel.Gov, milik Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa warga Amerika di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan perjalanan.

"Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tak terduga," demikian pernyataan tersebut.

Pihaknya memperingatkan kelompok Houthi yang didukung Iran telah melakukan tindakan permusuhan terhadap Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil, dan menyatakan bahwa konflik tersebut "berpotensi meningkat dengan cepat."




(yld/yld)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork