5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 17 Sep 2026 17:43 WIB
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat menghadiri sidang ICC di Den Haag pada 16 September (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)
Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte saat menghadiri sidang ICC di Den Haag pada 16 September (REUTERS/Piroschka Van De Wouw)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan harapannya agar perang melawan Iran akan segera berakhir. Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte disebut mengalami gangguan ingatan yang parah, yang membuatnya terkadang lupa nama pengacaranya sendiri.

Trump mengklaim bahwa Teheran telah menghubungi Washington "secara langsung" dan ingin mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Duterte yang kini berusia 81 tahun, untuk pertama kalinya hadir dalam persidangan Mahkamah Pidana Internasional (ICC), untuk menghadapi dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kebijakan "perang melawan narkoba" yang dikobarkannya di Filipina.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (17/9/2026):

- Sebut Iran Inginkan Kesepakatan, Trump: Kita Lihat Gimana Hasilnya Nanti

ADVERTISEMENT

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan harapannya agar perang melawan Iran akan segera berakhir. Dia mengklaim bahwa Teheran telah menghubungi Washington secara langsung dan ingin mencapai kesepakatan.

Ketika ditanya oleh wartawan soal bagaimana dirinya menggambarkan fase perang yang sedang dihadapi AS, seperti dilansir Reuters dan Anadolu Agency, Kamis (17/9/2026), Trump menjawab: "Ya, semoga kita sudah mendekati akhir perang."

Dia kemudian menyebut bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan dengan AS. Pernyataan ini sudah beberapa kali disampaikan Trump selama perang berkecamuk.

- Diadili ICC, Eks Presiden Duterte Alami Gangguan Ingatan Parah

Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte disebut mengalami gangguan ingatan yang parah, yang membuatnya terkadang lupa nama pengacaranya sendiri. Hal ini terungkap dalam persidangan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang digelar di Den Hag pada Rabu (16/9) waktu setempat.

Duterte yang kini berusia 81 tahun, seperti dilansir AFP, Kamis (17/9/2026), untuk pertama kalinya hadir dalam persidangan sejak pertama kali dipindahkan ke ICC sekitar 18 bulan lalu, untuk menghadapi dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kebijakan "perang melawan narkoba" yang dikobarkannya di Filipina.

Jaksa penuntut ICC menyebut kebijakan Duterte itu telah merenggut ribuan nyawa.

- Satelit Mata-mata Rusia Diduga Bantu Iran Targetkan Aset Militer AS

Satelit mata-mata Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen kepada Iran, yang membantu dalam meningkatkan akurasi serangan terhadap aset-aset militer Amerika Serikat (AS) yang ada di kawasan Timur Tengah.

Informasi ini mencuat saat pertempuran antara Teheran dan Washington kembali berkobar beberapa waktu terakhir, dengan kedua negara saling membalas serangan.

Laporan media terkemuka AS, CNN, yang mengutip sejumlah pejabat AS dan sumber-sumber lainnya, seperti dilansir Middle East Monitor, Kamis (17/9/2026), mengungkapkan bahwa intelijen yang dikumpulkan oleh jaringan satelit Rusia mungkin telah dibagikan kepada Iran.

- Heboh Rumor Xi Jinping Pingsan di KTT BRICS

Spekulasi mengenai kondisi kesehatan Presiden China Xi Jinping beredar, setelah klaim aktivis politik China yang berbasis di Amerika Serikat (AS) menyebutkan Xi sedang sakit saat menghadiri KTT BRICS di India. Dirumorkan bahwa Xi sempat pingsan dan kemudian mengalami stroke.

Spekulasi dan rumor soal kesehatan Xi itu, seperti dilansir The Times of India dan News.com.au, Kamis (17/9/2026), dilontarkan oleh Xie Wanjun, yang merupakan Ketua Partai Demokrasi China, yang didirikan tahun 1998 dan telah ditetapkan sebagai kelompok politik terlarang.

Xie yang kabur dari China dan kini tinggal AS, merupakan salah satu aktivis politik China atau disebut "pembangkang" oleh Beijing. Dia merupakan salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam unjuk rasa di Alun-alun Tiananmen tahun 1989 silam.

- Adik Kim Jong Un: Cuma Orang Bodoh yang Mengira Korut Lucuti Nuklir

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengatakan bahwa hanya "orang-orang bodoh" yang mengira Korut akan melepaskan senjata nuklir. Kim Yo Jong menegaskan status Korut sebagai pemilik senjata nuklir adalah hal yang "mutlak".

Korut telah secara resmi menetapkan statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir melalui undang-undang. Para pemimpin negara terisolasi tersebut mendeklarasikan bahwa persenjataan nuklir Pyongyang bersifat permanen dan tidak dapat diubah.

Dalam pernyataan yang dirilis saat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menggelar konferensi di Wina, Austria, seperti dilansir AFP, Kamis (17/9/2026), Kim Yo Jong menyebut bahwa "omong kosong yang sudah tidak asing lagi" mengenai upaya denuklirisasi Korut memang sudah diduga sebelumnya.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Orang Utan Mati gegara Karhutla-Prabowo ke Rusia

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini