×
Ad

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 16 Sep 2026 18:17 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim (dok. Reuters)
Jakarta -

Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim menegaskan tidak akan membiarkan Malaysia menjadi titik transit bagi kargo yang berkontribusi terhadap Israel. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah atas putusan hakim federal AS, yang menyatakan namanya tidak dapat dicantumkan di gedung Kennedy Center.

Penegasan Anwar Ibrahim itu disampaikan setelah laporan media terkemuka Bloomberg menyebutkan bahwa otoritas Kuala Lumpur telah menyita setidaknya tiga kontainer yang ditujukan untuk Pelabuhan Ashdod di Israel.

Sementara itu, Trump mengancam akan menutup Kennedy Center untuk selamanya, jika namanya tidak bisa ditambahkan di bagian depan gedung institusi ternama tersebut.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (16/9/2026):

- Malaysia Sita Kargo Tujuan Israel, Anwar Ibrahim Tegaskan Hal Ini

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan kembali sikap tegas Malaysia untuk tidak membiarkan negaranya menjadi titik transit bagi kargo apa pun yang berkontribusi terhadap operasi militer Israel.

Penegasan ini disampaikan setelah laporan media terkemuka Bloomberg, seperti dilansir Malay Mail dan Straits Times, Rabu (16/9/2026), menyebutkan bahwa otoritas Kuala Lumpur telah menyita setidaknya tiga kontainer yang ditujukan untuk Pelabuhan Ashdod di Israel.

Kontainer-kontainer itu ditahan di Pelabuhan Tanjung Pelepas, salah satu pelabuhan terbesar di Malaysia.

- Arab Saudi: Houthi Serang Red Line, Kita Tak Ragu untuk Balas!

Arab Saudi menuduh kelompok Houthi telah menargetkan kota suci umat Muslim, Mekkah, dalam salah satu serangannya. Otoritas Riyadh memperingatkan bahwa keamanan situs-situs suci di wilayahnya merupakan "red line" atau garis merah yang tidak seharusnya dilanggar.

Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), menegaskan bahwa pasukannya akan melakukan pembalasan terhadap serangan Houthi tersebut.

"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah red line, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi," tegas Al-Malki dalam pernyataan via media sosial X.




(nvc/nvc)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork