Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim menegaskan tidak akan membiarkan Malaysia menjadi titik transit bagi kargo yang berkontribusi terhadap Israel. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah atas putusan hakim federal AS, yang menyatakan namanya tidak dapat dicantumkan di gedung Kennedy Center.
Penegasan Anwar Ibrahim itu disampaikan setelah laporan media terkemuka Bloomberg menyebutkan bahwa otoritas Kuala Lumpur telah menyita setidaknya tiga kontainer yang ditujukan untuk Pelabuhan Ashdod di Israel.
Sementara itu, Trump mengancam akan menutup Kennedy Center untuk selamanya, jika namanya tidak bisa ditambahkan di bagian depan gedung institusi ternama tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (16/9/2026):
- Malaysia Sita Kargo Tujuan Israel, Anwar Ibrahim Tegaskan Hal Ini
Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan kembali sikap tegas Malaysia untuk tidak membiarkan negaranya menjadi titik transit bagi kargo apa pun yang berkontribusi terhadap operasi militer Israel.
Penegasan ini disampaikan setelah laporan media terkemuka Bloomberg, seperti dilansir Malay Mail dan Straits Times, Rabu (16/9/2026), menyebutkan bahwa otoritas Kuala Lumpur telah menyita setidaknya tiga kontainer yang ditujukan untuk Pelabuhan Ashdod di Israel.
Kontainer-kontainer itu ditahan di Pelabuhan Tanjung Pelepas, salah satu pelabuhan terbesar di Malaysia.
- Arab Saudi: Houthi Serang Red Line, Kita Tak Ragu untuk Balas!
Arab Saudi menuduh kelompok Houthi telah menargetkan kota suci umat Muslim, Mekkah, dalam salah satu serangannya. Otoritas Riyadh memperingatkan bahwa keamanan situs-situs suci di wilayahnya merupakan "red line" atau garis merah yang tidak seharusnya dilanggar.
Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), menegaskan bahwa pasukannya akan melakukan pembalasan terhadap serangan Houthi tersebut.
"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaah adalah red line, dan Komando Pasukan Gabungan Koalisi tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang diperlukan dan memberikan efek jera terhadap milisi teroris Houthi," tegas Al-Malki dalam pernyataan via media sosial X.
- Hakim AS Larang Namanya Ditambahkan ke Kennedy Center, Trump Marah!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan reaksi kemarahan atas putusan hakim federal AS, yang menyatakan bahwa nama Trump tidak dapat dicantumkan di bagian luar gedung Kennedy Center.
Trump mengancam akan menutup Kennedy Center untuk selamanya, jika namanya tidak bisa ditambahkan di bagian depan gedung institusi ternama tersebut.
Kennedy Center, atau yang memiliki nama lengkap John F. Kennedy Center for the Performing Arts, merupakan pusat kebudayaan nasional AS dan memorial untuk mendiang Presiden AS John F Kennedy yang tewas dibunuh tahun 1963 silam.
- Houthi Klaim Tembak Jatuh Jet Tempur F-15 Arab Saudi
Kelompok Houthi mengklaim telah menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Arab Saudi. Diklaim juga oleh Houthi, yang bermarkas di Yaman, bahwa pasukannya menggunakan amunisi buatan dalam negeri untuk menargetkan jet tempur canggih buatan Amerika Serikat (AS) yang digunakan Saudi itu.
Klaim tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), disampaikan oleh juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan terbaru via media sosial. Saree menyebut bahwa jet tempur Saudi itu ditembak jatuh saat melancarkan serangan di wilayah Marib, Yaman.
"Angkatan Bersenjata Yaman, dengan pertolongan dan karunia Allah, berhasil menembak jatuh jet tempur F-15 Saudi saat jet tempur itu sedang melakukan operasi permusuhan untuk mendukung mobilisasi militer mereka di wilayah udara Provinsi Marib," kata Saree dalam pernyataannya.
- Perang Iran Bikin AS Rogoh Rp 671 T, Bakal Nambah Rp 53 T Per Bulan
Perang yang dikobarkan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran telah menelan biaya sekitar US$ 38 miliar, atau setara Rp 671,9 triliun, tercatat hingga 1 Agustus. Biaya perang itu berpotensi untuk terus bertambah, hingga US$ 3 miliar (Rp 53 triliun) setiap bulannya, selama konflik terus berlanjut.
Laporan soal biaya perang Iran itu, seperti dilansir AFP, Rabu (16/9/2026), disampaikan oleh Congressional Budget Office (CBO), yang merupakan lembaga nonpartisan, pada Selasa (15/9) waktu setempat.
"Per 1 Agustus 2026, konflik bersenjata dengan Iran telah menelan biaya sekitar US$ 38 miliar (bagi Departemen Pertahanan AS)," kata CBO dalam laporannya, merujuk pada perang yang dimulai oleh serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Ditambahkan oleh CBO dalam laporannya bahwa bergantung pada intensitas kekerasan yang terjadi, biaya perang per bulannya dapat berkisar antara US$ 2 miliar (Rp 35,3 triliun) hingga US$ 3 miliar (Rp 53 triliun), atau bisa lebih, jika konflik berlanjut.










































