Perdana Menteri Malaysia (PM) Anwar Ibrahim menegaskan kembali sikap tegas Malaysia untuk tidak membiarkan negaranya menjadi titik transit bagi kargo apa pun yang berkontribusi terhadap operasi militer Israel.
Penegasan ini disampaikan setelah laporan media terkemuka Bloomberg, seperti dilansir Malay Mail dan Straits Times, Rabu (16/9/2026), menyebutkan bahwa otoritas Kuala Lumpur telah menyita setidaknya tiga kontainer yang ditujukan untuk Pelabuhan Ashdod di Israel.
Kontainer-kontainer itu ditahan di Pelabuhan Tanjung Pelepas, salah satu pelabuhan terbesar di Malaysia.
Dalam pernyataan menanggapi laporan Bloomberg, Anwar Ibrahim menegaskan sikap dan posisi Malaysia terhadap Israel. Dia menyatakan bahwa Malaysia tetap berkomitmen mencegah wilayahnya digunakan untuk mendukung agresi militer atau tindakan yang merugikan nyawa orang-orang tidak berdosa.
"Posisi Malaysia jelas dan tegas. Kami tidak akan membiarkan negara kami dijadikan jalur bagi pengiriman apa pun yang mendukung atau berkontribusi terhadap kemampuan militer dan kekejamannya terhadap rakyat Palestina dan nyawa orang-orang tidak berdosa lainnya," tegas Anwar Ibrahim dalam pernyataan via media sosial X.
"Setiap pengiriman yang mencurigakan akan dikenakan pemeriksaan dan penyelidikan sesuai dengan aturan hukum Malaysia," ucapnya.
"Jika pelanggaran terbukti, tindakan tegas akan diambil," tegas PM Malaysia tersebut.
(nvc/dhn)