Arab Saudi mengumumkan penemuan sumber energi baru di negaranya. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Saudi mengatakan ada temuan sekitar 110 juta ton mineral tanah jarang dan biji uranium di wilayah Madinah.
Keterangan itu disampaikan oleh Menteri Energi Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, dalam Konferensi Umum Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang digelar di Wina, Austria, pekan ini. IAEA merupakan badan pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Temuan yang diungkapkan Pangeran Abdulaziz itu, mencakup unsur tanah jarang dengan konsentrasi tinggi dan uranium dengan konsentrasi yang menjanjikan.
"Studi eksplorasi dan geologi di proyek Jabal Sayid di Madinah, telah mengungkap perkiraan sumber daya sekitar 110 juta ton bijih dengan konsentrasi tinggi mineral tanah jarang, khususnya unsur-unsur berat, serta konsentrasi uranium yang menjanjikan," ungkap Pangeran Abdulaziz dalam konferensi tersebut, dilansir Al Arabiya dan Arab News, Selasa (15/9/2026).
Jabal Sayid yang terletak sekitar 350 kilometer di timur laut Jeddah di wilayah Madinah, telah dikenal memiliki salah satu cadangan logam tanah jarang paling bernilai di dunia.
Menurut analisis Center for Strategic dan International Studies, yang mengutip perkiraan dari Kementerian Perindustrian dan Mineral Saudi dan perusahaan tambang negara Maaden, lokasi Jabal Sayid diperkirakan menyimpan 552.000 ton logam tanah jarang berat, seperti disprosium dan terbium, dan 355.000 ton logam tanah jarang ringan, seperti neodimium dan praseodimium.
(ygs/ygs)