5 Berita Terpopuler Internasional

5 Berita Terpopuler Internasional

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 18:11 WIB
Pangeran Harry dan Meghan Markle (Foto: Instagram @sussexroyal)
Pangeran Harry dan Meghan Markle (Foto: Instagram @sussexroyal)
Jakarta -

Raja Inggris, Charles III menegaskan bahwa Pangeran Harry dan Meghan Markle akan tetap menjadi warga negara biasa dan "berdiri sendiri", meskipun kepindahan mereka kembali ke Inggris mengejutkan publik.

Dalam surat tegas yang dikeluarkan atas nama Raja Charles pada hari Selasa (8/9) waktu setempat, dinyatakan bahwa Duke dan Duchess of Sussex tersebut tidak boleh menggunakan gelar His/Her Royal Highness atau 'Yang Mulia', yang masih ditangguhkan. Juga disebutkan bahwa mereka "tidak mewakili kerajaan" saat tampil di depan umum.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (9/9/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Tegang, Yordania Hancurkan 18 Rudal Balistik Kiriman Iran

Angkatan Bersenjata Yordania mengatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka telah mencegat dan menghancurkan sedikitnya 18 rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Rabu (9/9) dini hari.

ADVERTISEMENT

Hal ini diumumkan setelah Teheran mengumumkan pasukannya menargetkan pangkalan militer di Yordania dengan rudal, untuk membalas serangan terbaru Amerika Serikat (AS).

Juru bicara militer Yordania, seperti dilaporkan kantor berita resmi Yordania, Petra News Agency dan dilansir Anadolu Agency, Rabu (9/9/2026), mengatakan bahwa sebanyak 20 rudal balistik menargetkan wilayah Yordania.

- Israel Ancam Perang Habis-habisan Lawan Otoritas Palestina di Tepi Barat

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa dirinya dan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu telah memerintahkan militer Israel untuk bersiap menghadapi "perang habis-habisan" melawan Otoritas Palestina di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Katz, seperti dilansir Press TV dan Middle East Monitor, Rabu (9/9/2026), memperingatkan bahwa "perang habis-habisan" akan pecah jika pasukan keamanan Otoritas Palestina atau kelompok yang berafiliasi dengan mereka melancarkan, atau terdeteksi sedang mempersiapkan, serangan berskala besar, mirip seperti serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, terhadap pasukan atau permukiman Israel di Tepi Barat.

- Terima Suap Rp 387 M, Eks Gubernur di China Dihukum Mati-Dimiskinkan

Pengadilan di China menjatuhkan hukuman mati, dengan penangguhan eksekusi mati selama dua tahun, terhadap mantan Gubernur Provinsi Shanxi, Jin Xiangjun, terkait kasus korupsi. Jin dinyatakan terbukti menerima suap lebih dari 148 juta Yuan, atau setara Rp 387,2 miliar.

Hukuman mati itu, seperti dilaporkan kantor berita Xinhua dan dilansir Anadolu Agency, Rabu (9/9/2026), dijatuhkan oleh Pengadilan Rakyat Menengah Xinyang di Provinsi Henan terhadap Jin setelah menggelar sidang secara terbuka sejak Juni lalu.

Dalam putusan yang diumumkan pada Selasa (8/9), pengadilan juga mencabut hak-hak politik Jin seumur hidup dan memerintahkan penyitaan seluruh harta benda pribadinya.

- Heli Medis 'Flying Doctor' Jatuh di Sarawak, 5 Orang Tewas

Sebuah helikopter layanan medis, yang dijuluki "flying doctor", jatuh di negara bagian Sarawak, Malaysia. Tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut, dengan lima orang yang ada di dalam helikopter tersebut, termasuk staf medis, dikonfirmasi tewas.

Kabut asap yang menyelimuti Sarawak, imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, disebut mempersulit upaya pencarian lokasi jatuhnya helikopter.

Helikopter medis itu, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), jatuh di dekat lapangan terbang Long Lellang di Sarawak bagian utara pada Selasa (8/9) waktu setempat. Lapangan terbang itu dikhususkan untuk aktivitas lepas landas dan pendaratan di landasan pendek.

- Harry-Meghan Pindah ke Inggris, Raja Charles Tegaskan Mereka Warga Biasa

Raja Inggris, Charles III menegaskan bahwa Pangeran Harry dan Meghan Markle akan tetap menjadi warga negara biasa dan "berdiri sendiri", meskipun kepindahan mereka kembali ke Inggris mengejutkan publik.

Dalam surat tegas yang dikeluarkan atas nama Raja Charles pada hari Selasa (8/9) waktu setempat, dinyatakan bahwa Duke dan Duchess of Sussex tersebut tidak boleh menggunakan gelar His/Her Royal Highness atau 'Yang Mulia', yang masih ditangguhkan. Juga disebutkan bahwa mereka "tidak mewakili kerajaan" saat tampil di depan umum.

Tonton juga video "Bus Angkut 43 Penumpang Terguling di Sinai Mesir, 21 Tewas"

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini