Heli Medis 'Flying Doctor' Jatuh di Sarawak, 5 Orang Tewas

Heli Medis 'Flying Doctor' Jatuh di Sarawak, 5 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 12:23 WIB
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/jocrebbin)
Ilustrasi (dok. Getty Images/iStockphoto/jocrebbin)
Sarawak -

Sebuah helikopter layanan medis, yang dijuluki "flying doctor", jatuh di negara bagian Sarawak, Malaysia. Tidak ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut, dengan lima orang yang ada di dalam helikopter tersebut, termasuk staf medis, dikonfirmasi tewas.

Kabut asap yang menyelimuti Sarawak, imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, disebut mempersulit upaya pencarian lokasi jatuhnya helikopter.

Helikopter medis itu, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Reuters, Rabu (9/9/2026), jatuh di dekat lapangan terbang Long Lellang di Sarawak bagian utara pada Selasa (8/9) waktu setempat. Lapangan terbang itu dikhususkan untuk aktivitas lepas landas dan pendaratan di landasan pendek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menteri Kesehatan (Menkes) Malaysia, Dzulkefly Ahmad, mengatakan bahwa informasi awal menunjukkan bahwa seorang pilot dan empat staf Kementerian Kesehatan ada di dalam helikopter yang jatuh tersebut.

ADVERTISEMENT

Selain pilot, menurut Dzulkefly, empat orang yang ada di helikopter itu terdiri atas seorang petugas medis, seorang asisten petugas medis, dua perawat yang sedang menjalankan tugas resmi.

Seorang pejabat komite penanggulangan bencana di Miri, Sarawak, mengonfirmasi kepada kantor berita Bernama bahwa lima orang di dalam helikopter tersebut tewas dalam kecelakaan itu.

Layanan "flying doctor" biasanya menggunakan pesawat untuk memberikan layanan medis, transportasi darurat, dan layanan klinis bagi area pedesaan atau area-area terpencil di Malaysia.

Operasi SAR Terkendala Kabut Asap yang Menyelimuti Sarawak

Komisioner Kepolisian Sarawak, Mohamad Zainal Abdullah, mengatakan bahwa operasi pencarian pada Selasa (8/9) terkendala oleh kondisi kabut asap, yang membuat tim penyelamat tidak dapat menggunakan layanan transportasi udara.

Lokasi jatuhnya helikopter, menurut Mohamad Zainal, berada di area terpencil yang membutuhkan waktu perjalanan darat selama 10 jam.

Penyebab jatuhnya helikopter medis itu belum diketahui secara jelas. Otoritas Penerbangan Sipil Malaysia (CAAM) mengatakan bahwa Biro Investigasi Kecelakaan Udara di bawah Kementerian Perhubungan sedang menyelidiki insiden tersebut.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir The Star, CAAM melaporkan bahwa insiden itu melibatkan helikopter jenis BO-105 dengan nomor registrasi 9M-LLF. CAAM menerima laporan bahwa helikopter itu jatuh pada Selasa (8/9) sore, sekitar pukul 15.58 waktu setempat.

Sarawak, yang terletak di Borneo, sangat terdampak oleh kabut asap akibat kebakaran hutan di Kalimantan beberapa waktu terakhir. Data pemerintah Malaysia menunjukkan bahwa banyak wilayah di Sarawak mencatat tingkat kualitas udara yang tidak sehat.

Pekan lalu, otoritas Malaysia menetapkan status darurat di distrik Serian di Sarawak setelah tingkat polusi udara mencapai taraf berbahaya, meskipun status darurat itu kemudian dicabut menyusul membaiknya kualitas udara.

Lihat juga Video 'Helikopter Jatuh di Badung Bali':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini