Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap di Sarawak Imbas Karhutla RI

Malaysia Cabut Status Darurat Kabut Asap di Sarawak Imbas Karhutla RI

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 07 Sep 2026 13:47 WIB
Foto dari udara, yang diambil pada 5 September, menunjukkan kabut asap tebal menyelimuti jembatan di Kuching, ibu kota Sarawak, Malaysia (AFP/MOHD RASFAN)
Foto dari udara, yang diambil pada 5 September, menunjukkan kabut asap tebal menyelimuti jembatan di Kuching, ibu kota Sarawak, Malaysia (AFP/MOHD RASFAN)
Kuala Lumpur -

Otoritas Malaysia mencabut status darurat kabut asap di negara bagian Sarawak pada Senin (7/9) waktu setempat. Namun dinyatakan juga bahwa tingkat polusi udara di wilayah tersebut masih terdeteksi pada level "sangat tidak sehat", imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Indonesia.

Otoritas Kuala Lumpur, seperti dilansir AFP, Senin (7/9/2026), mengumumkan penetapan status darurat di Sarawak pada Jumat (4/9) pekan lalu, setelah mendapat persetujuan Raja Malaysia, Sultan Ibrahim.

Penetapan itu menyusul situasi kritis di area Serian, yang berjarak 65 kilometer di sebelah selatan Kuching, ibu kota Sarawak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kantor Perdana Menteri (PM) Malaysia mengumumkan pada Senin (7/9) waktu setempat bahwa Sultan Ibrahim "hari ini menyetujui pencabutan deklarasi darurat tersebut".

"Situasi kabut asap di Sarawak belum sepenuhnya pulih, dan angka API (Indeks Pencemaran Udara) di beberapa wilayah... masih berada pada level yang sangat tidak sehat," sebut Kantor PM Malaysia dalam pernyatananya.

Angka API di Serian tercatat melampaui ambang batas kritis 500 pada Jumat (4/9) lalu, dengan angka tertinggi mencapai 519 saat kota tersebut diselimuti kabut asap tebal.

Berdasarkan pedoman Malaysia, angka API di atas 300 dikategorikan berbahaya, sedangkan angka di atas 500 menjadi ambang batas untuk menetapkan status darurat lokal.

Hujan yang mengguyur area Serian pada Jumat (4/9) malam dan Sabtu (5/9) pagi, yang diyakini sebagai hasil dari aktivitas penyemaian awan, memberikan sedikit kelegaan. Menurut Dewan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Sarawak, angka API untuk area Serian turun ke kisaran 200-an pada Senin (7/9) waktu setempat.

Kabut asap beracun menyelimuti sebagian wilayah Indonesia dan Malaysia selama berminggu-minggu di tengah upaya Jakarta mengatasi kebakaran yang menghanguskan lahan yang luas di Kalimantan dan Sumatra, dengan asap terbawa angin hingga ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Lihat juga Video Banjarbaru Diselimuti Asap Tebal,Jarak Pandang Cuma 100 Meter!

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini