Iran Ancam Korsel Konsekuensi Serius Jika Terlibat di Selat Hormuz

Iran Ancam Korsel Konsekuensi Serius Jika Terlibat di Selat Hormuz

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 09:35 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei (dok. via Reuters)
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei (dok. via Reuters)
Teheran -

Iran memperingatkan Korea Selatan (Korsel) agar tidak melakukan pengerahan militer atau terlibat dalam operasi Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Teheran menegaskan kepada Seoul bahwa segala bentuk partisipasi militer semacam itu akan memiliki "konsekuensi serius".

Peringatan tersebut disampaikan Iran setelah otoritas Korsel mengatakan sedang mempertimbangkan kemungkinan kontribusi militer terhadap upaya pengamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur perairan vital bagi pasokan minyak dan gas global yang terdampak perang antara Iran dan AS.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (8/9/2026), mengatakan bahwa hubungan antara Iran dan Korsel telah terjalin selama lebih dari 64 tahun, dan terus berkembang secara konsisten atas dasar saling menghormati.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iran sangat menghargai hubungan persahabatannya dengan Korea Selatan," kata Baghaei dalam pernyataan pada Senin (7/9) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

Namun, Baghaei juga mengingatkan Seoul untuk tidak tunduk pada apa yang disebutnya sebagai "tekanan dan intimidasi AS".

Dia menambahkan bahwa rakyat Iran saat ini sedang membela diri atas apa yang disebutnya sebagai agresi AS dan merespons "kejahatan perang AS terhadap perempuan dan anak-anak".

"Setiap pengerahan atau partisipasi militer dalam operasi oleh negara-negara lainnya di Teluk (Persia) atau Selat Hormuz, hanya dapat dianggap sebagai dukungan langsung bagi pihak yang bertanggung jawab atas agresi tersebut dan akan membawa konsekuensi serius," tegas Baghaei.

"Tidak ada negara yang berdaulat dan bertanggung jawab yang patut tunduk pada tekanan dan intimidasi AS, dan menjadi kaki tangan dalam tindakan agresi dan kejahatan mengerikan terhadap bangsa Iran yang besar," ucapnya memperingatkan.

Pada Jumat (4/9) pekan lalu, Korsel mengatakan sedang mempertimbangkan untuk memberikan "kontribusi" terhadap upaya keamanan AS di Selat Hormuz, yang sebagian besar dikuasai Iran sejak perang pecah melawan AS dan Israel pada 28 Februari lalu.

Otoritas Seoul mengatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan langkah tersebut dengan syarat kesiapan militernya sendiri tidak terganggu. Namun juga menambahkan bahwa belum ada keputusan resmi yang diambil sejauh ini.

Pengerahan militer semacam itu akan memerlukan keputusan dari Dewan Keamanan Nasional Korsel, persetujuan kabinet pemerintahan, dan izin resmi dari Majelis Nasional atau parlemen Korsel.

Simak Video 'Iran Balas Serangan AS, Kapal Induk & Kapal Perusak Jadi Sasaran':

Halaman 3 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini