Tim penyelamat berhasil mengeluarkan seorang wanita Nepal dalam keadaan selamat dari rumahnya yang terkubur di bawah lumpur tebal dan puing-puing, usai banjir bandang melanda 10 hari lalu.
Anggota Kepolisian Bersenjata Nepal bersorak ketika wanita berusia 64 tahun yang berlumuran lumpur, Chandrika Shrestha, dikeluarkan dari rumahnya yang tertimbun lumpur di distrik Nuwakot pada hari Sabtu (5/9).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim polisi menemukannya saat mereka membersihkan area tersebut. Dia telah diterbangkan ke Kathmandu untuk perawatan," kata wakil kepala polisi Iqbal Hawari kepada AFP, Sabtu (5/9/2026).
Sebuah video yang dirilis oleh Kepolisian Bersenjata Nepal hanya menunjukkan sebagian rumahnya yang terlihat, dengan lantai bawah sepenuhnya terendam oleh lumpur tebal.
Tim tanggap darurat telah bekerja tanpa henti untuk menemukan korban selamat sejak gelombang air dan lumpur seperti tsunami menerjang perbatasan China-Nepal setelah runtuhnya gletser dan batuan pada 26 Agustus.
Sejauh ini, 1.344 jenazah telah ditemukan di Nepal, menurut badan penanggulangan bencana nasional, dengan sekitar 5.000 orang hilang.
Di China, media pemerintah mengatakan 31 orang tewas dan 531 orang hilang.
Itu menjadikan jumlah korban tewas keseluruhan menjadi 1.375 orang, dengan lebih dari 5.500 orang hilang.
Sebelumnya, dua orang berhasil diselamatkan pada Jumat (4/9) dari sebuah terowongan yang terhubung dengan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Trishuli, Nepal.
Kedua orang itu terjebak dalam terowongan selama sembilan hari, setelah banjir bandang menerjang kawasan lembah setempat.
Longsoran es, bebatuan, dan lumpur menyapu area lembah di wilayah Nepal yang berbatasan dengan Tibet, China, pada Rabu (26/8) pekan lalu.
Para pejabat dan petugas penyelamat, seperti dilansir Reuters, Jumat (4/9/2026), meyakini bahwa runtuhnya gletser di bagian hulu Sungai Trishuli pada 26 Agustus lalu, telah membuat setidaknya 900 orang terjebak di dalam terowongan yang terkait dengan enam proyek PLTA di sepanjang sungai tersebut.
Dua orang yang berhasil dikeluarkan dari terowongan di PLTN Upper Trishuli 34 pada Jumat (4/9) waktu setempat itu merupakan pekerja proyek PLTA tersebut. Keduanya, yang berjenis kelamin laki-laki, menjadi orang-orang pertama yang berhasil diselamatkan dari proyek PLTA itu.
Kantor Menteri Energi Nepal Biraj Bhakta Shrestha mengidentifikasi kedua korban selamat itu sebagai Sanjay Sah yang seorang mandor mekanik dan Kabir Maharjan yang seorang pengawas mekanik.










































