Mary Jane Bebas, Pemerintah Filipina Berikan Pendampingan Penuh

Mary Jane Bebas, Pemerintah Filipina Berikan Pendampingan Penuh

Eva Safitri - detikNews
Minggu, 27 Sep 2026 10:56 WIB
Mary Jane Veloso, a Filipino woman who spent almost 15 years in an Indonesian prison for drug trafficking and was nearly executed by firing squad in 2015, waves to reporters as she is processed at the Correctional Institution for Women in Mandaluyong
Tangis Haru Mary Jane Lepas Rindu dengan Keluarga di Filipina (Foto: AP/Aaron Favila)
Jakarta -

Mantan terpidana mati Mary Jane Veloso akan mendapatkan bantuan reintegrasi penuh dari pemerintah Filipina setelah Presiden Ferdinand R. Marcos Jr. memberikan pengampunan mutlak kepadanya. Departemen Pekerja Migran Filipina (DMW) memastikan akan mendampingi Mary Jane bersama keluarganya dalam proses kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

Menteri DMW Hans Leo Cacdac telah memerintahkan timnya untuk berkoordinasi langsung dengan keluarga Veloso di Nueva Ecija setelah pembebasannya pada Sabtu dini hari.

"Instruksi kami jelas: DMW harus bahu-membahu mendampingi Mary Jane, anak-anaknya, dan orang tuanya saat mereka menata kembali kehidupan mereka," ujar Cacdac dalam sebuah siaran pers, dikutip laman resmi pemerintah Filipina, Minggu (27/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cacdac mengatakan tim DMW yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama dengan keluarga Mary Jane dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

ADVERTISEMENT

"Tim kami yang menuju Nueva Ecija akan bekerja sama secara langsung dengan pihak keluarga dan pemangku kepentingan setempat untuk menyusun program reintegrasi yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka," lanjutnya.

Menurut DMW, program tersebut menjadi dasar untuk memberikan intervensi di tingkat keluarga dan masyarakat. Pemerintah ingin memastikan kepulangan Veloso dapat mendukung produktivitas dan kemandirian jangka panjang.

"DMW menyambut baik keputusan Presiden tersebut, seraya mencatat bahwa pemberian grasi eksekutif ini menandai akhir yang pasti dan penuh kemenangan atas perjuangan berat selama puluhan tahun untuk mendapatkan kembali kebebasan dan kemerdekaannya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

DMW dan Overseas Workers Welfare Administration (OWWA) saat ini sedang mengupayakan penyediaan layanan konseling psikososial, paket bantuan awal untuk mata pencaharian, modal usaha, serta pelatihan keterampilan.

Inisiatif ini juga akan menghubungkan usaha-usaha yang akan ia jalani secara langsung dengan koperasi setempat dan peluang ekonomi daerah di Nueva Ecija, sehingga kepulangannya menjadi sarana untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat.

"Reintegrasi bukan sekadar soal pulang ke rumah-ini tentang memulihkan martabat, memastikan kemandirian finansial, dan memampukan Mary Jane untuk berkontribusi bagi komunitas serta perekonomian setempat," kata Cacdac.

Mary Jane dan keluarganya menggelar konferensi pers di Siena College, Quezon City, pada Sabtu, di mana ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Marcos atas pemberian grasi tersebut. Ia mengungkapkan rencananya untuk mempererat hubungan dengan keluarga, beristirahat, dan mengunjungi gereja di kampung halamannya.

"Kami ingin fokus mempererat kebersamaan keluarga terlebih dahulu, lalu makan bersama seluruh anggota keluarga di Nueva Ecija," ujarnya.

Dalam sebuah pesan kepada para perekrutnya, Mary Jane menyampaikan harapannya agar mereka membersihkan nama baiknya menyusul pemberian pengampunan baginya.

"Tolong katakan saja yang sebenarnya bahwa saya benar-benar tidak bersalah. Satu keinginan saya lainnya adalah berkumpul kembali dengan keluarga, dan itu sudah terwujud," ujarnya.

"Hanya itu saja yang saya inginkan-mendengar langsung dari mulut mereka bahwa saya tidak bersalah," tambahnya.

Untuk diketahui, Mary Jane ditangkap pada 2010 di Yogyakarta dan dijatuhi hukuman mati pada tahun yang sama setelah pihak berwenang menemukan 2,6 kg heroin di dalam kopernya.

Mary Jane secara konsisten menyatakan dirinya tidak bersalah, dengan mengatakan bahwa ia adalah korban perdagangan manusia dan bahwa para perekrutnya telah menipunya untuk membawa koper tersebut tanpa sepengetahuannya.

Mary Jane mendapatkan penundaan eksekusi di saat-saat terakhir pada 2015 setelah pemerintah Filipina meminta Indonesia untuk tidak mengeksekusinya agar ia dapat memberikan kesaksian melawan pihak yang diduga sebagai pelaku perdagangan manusia yang melibatkannya.

Menyusul upaya diplomatik antara Filipina dan Indonesia terkait pengaturan pemindahan tahanan, Mary Jane dipulangkan ke Manila pada Desember 2024 dan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Wanita di Kota Mandaluyong untuk menjalani sisa masa hukumannya di bawah yurisdiksi Filipina.

Lihat juga Video: Mary Jane Dicekal Masuk Indonesia Seusai Dipulangkan ke Filipina

Halaman 2 dari 2
(eva/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini