Otoritas Amerika Serikat menyatakan telah menembak jatuh lebih dari 300 drone yang dioperasikan oleh kartel-kartel di sepanjang perbatasan Meksiko sejak awal tahun 2026.
Komando Utara AS (USNORTHCOM) - yang mencakup Amerika Serikat dan negara-negara tetangga - mengaitkan drone-drone tersebut dengan perdagangan narkoba, tanpa menyebutkan kelompok tertentu.
Mereka mengatakan telah menembak jatuh 100 drone hanya pada bulan Agustus saja, tetapi tidak mengatakan di sisi perbatasan mana.
Dilansir kantor berita AFP, Sabtu (5/9/2026), militer AS mengatakan perangkat tersebut digunakan oleh "organisasi-organisasi kriminal transnasional... untuk mendukung aktivitas lintas batas ilegal, termasuk operasi penyelundupan dan pengawasan terhadap penegak hukum dan personel militer."
Menteri Pertahanan Meksiko Ricardo Trevilla mengklaim bahwa drone-drone tersebut terutama digunakan oleh para penyelundup migran, untuk mendeteksi tempat-tempat di sepanjang perbatasan "di mana tidak ada otoritas yang hadir."
Namun, drone juga telah digunakan dalam serangan kartel terhadap kelompok saingan atau terhadap pihak berwenang.
Pada Oktober tahun lalu, kantor kejaksaan di kota Tijuana, Meksiko, di perbatasan AS, diserang oleh sebuah drone yang bermuatan bahan peledak.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan tetapi tidak ada korban jiwa.
(ita/ita)