Serangan ke Pesta Pernikahan Iran Dikecam, AS Lakukan Penyelidikan

Serangan ke Pesta Pernikahan Iran Dikecam, AS Lakukan Penyelidikan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 04 Sep 2026 09:44 WIB
Wapres AS JD Vance (dok. Oliver Contreras/Pool via REUTERS Purchase Licensing Rights)
Wapres AS JD Vance (dok. Oliver Contreras/Pool via REUTERS Purchase Licensing Rights)
Washington DC -

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengatakan bahwa Washington sedang menyelidiki laporan mengenai serangan udara yang menghantam pesta pernikahan di wilayah Iran bagian selatan. Vance juga menegaskan bahwa pasukan Amerika tidak pernah secara sengaja menargetkan warga sipil.

Meskipun dalam pernyataannya, seperti dilansir TRT World dan Reuters, Jumat (4/9/2026), Vance juga menyebut bahwa "terkadang hal-hal seperti itu terjadi". Pernyataan tersebut terkesan membela AS dan mengakui bahwa korban sipil biasa terjadi dalam pertempuran.

"Saya sangat skeptis mengenai hal ini," ucap Vance, menanggapi laporan media pemerintah Iran yang menyebut salah satu serangan udara AS menghantam perayaan pernikahan di Sirik, Iran bagian selatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan bahwa dirinya telah menerima laporan singkat mengenai penyelidikan tersebut, namun belum memiliki informasi yang memastikan apakah pasukan AS yang bertanggung jawab.

"Hal yang dapat saya katakan dengan keyakinan 100 persen adalah, tidak seperti IRGC, Amerika Serikat tidak pernah menargetkan warga sipil dalam pertempuran," tegas Vance dalam pernyataan pada Kamis (3/9) waktu setempat. IRGC merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam Iran.

"Kami tidak akan pernah melakukan hal semacam itu. Kami belum pernah melakukannya," ujarnya.

Namun, Vance juga mengatakan bahwa korban sipil bisa saja terjadi selama operasi militer. "Sayangnya, tentu saja, terkadang hal-hal seperti itu terjadi," sebutnya.

Otoritas Iran melaporkan bahwa sedikitnya 19 orang tewas, termasuk warga sipil, akibat serangan-serangan terbaru AS sejak akhir pekan.

Laporan televisi pemerintah Iran, per Kamis (3/9), menyebutkan bahwa sedikitnya lima orang tewas saat pesta pernikahan di desa Kuhestak, Sirik, dihantam serangan udara pada Selasa (1/9) malam. Salah satu korban tewas merupakan seorang bocah berusia 4 tahun.

Nyaris 70 orang lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

AS Selidiki Serangan Hantam Pesta Pernikahan di Iran

Vance, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa AS sedang menelusuri insiden tersebut. Dia menambahkan bahwa ketika pasukan AS melakukan kesalahan, pihak militer akan menyelidikinya dan berupaya mengambil pelajaran dari kesalahan itu.

"Kami sedang menyelidikinya karena tentu saja kami peduli. Kami ingin tahu," kata Wapres AS tersebut, seperti dilansir Reuters.

"Jika kami memang melakukan kesalahan, dan sekali lagi, inilah perbedaan besar antara kami dan Iran, ketika militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar darinya untuk mencoba menjadi lebih baik," ucapnya.

Militer AS, dalam pernyataan terpisah, menyatakan pihaknya telah mengetahui laporan dari otoritas Iran tersebut. Namun ditegaskan militer AS bahwa mereka "tidak pernah menargetkan warga sipil".

Seorang pejabat AS, yang enggan disebut identitasnya, mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah sedang mengkaji berbagai skenario terkait jatuhnya korban jiwa dalam pesta pernikahan tersebut, termasuk kemungkinan penyebabnya: apakah akibat serangan AS, atau akibat pantulan dari rudal pertahanan udara Iran, atau rudal pencegat yang meleset dari sasaran.

Lihat juga Video: Lubang Besar di Atap, Bukti Kejamnya Serangan AS ke Warga Sipil Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini