Iran Sebut AS 'Setan' Usai Serangan ke Pesta Pernikahan

Iran Sebut AS 'Setan' Usai Serangan ke Pesta Pernikahan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 15:34 WIB
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (AFP PHOTO /IRIBNEWS)
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (AFP PHOTO /IRIBNEWS)
Jakarta -

Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut Amerika Serikat sebagai "Setan" setelah serangan terhadap pesta pernikahan di selatan negara itu.

Menurut pejabat-pejabat Iran, setidaknya empat orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan di Kuhestak, Iran selatan tersebut.

Dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026), Ghalibaf mengatakan serangan itu menyebabkan "anak-anak tewas bersama keluarga mereka". Dia pun menyoroti beberapa insiden mematikan di Iran selama tahap awal perang Timur Tengah, termasuk serangan terhadap sebuah sekolah di Minab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika suatu kekuatan bertindak seperti Setan, memilih target seperti Setan, dan membunuh seperti Setan, itu adalah Setan. Melindungi Setan kecil yang melakukan hal yang sama? Itu adalah Setan Besar," kata Ghalibaf dalam sebuah unggahan di media sosial X, merujuk pada Amerika Serikat dan sekutu utamanya, Israel.

Istilah 'Setan' awalnya diciptakan oleh Ruhollah Khomeini, pendiri Republik Islam Iran pada tahun 1979, dan sejak itu digunakan oleh para pemimpin Iran berturut-turut untuk merujuk pada Amerika Serikat.

Iran merespons serangan pesta pernikahan tersebut dengan melancarkan serangan drone dan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di seluruh Timur Tengah, termasuk di Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, dan wilayah Kurdistan Irak.

Militer AS tidak menanggapi serangan pesta pernikahan tersebut secara langsung.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, mengatakan "militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, tidak seperti IRGC", merujuk pada Garda Revolusi Iran.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan via platform media sosial miliknya, Truth Social, mengatakan bahwa pasukan AS melancarkan serangan-serangan "besar dan dahsyat" di dekat Selat Hormuz. Menurut Trump, serangan AS itu merespons apa yang disebutnya sebagai "upaya gagal Iran" untuk menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Presiden AS ini juga menyinggung soal serangan rudal Iran terhadap pangkalan di Yordania, dengan mengatakan bahwa "semuanya berhasil ditembak jatuh".

Dalam pernyataannya, Trump memperingatkan setiap aksi pembalasan dari Iran akan memicu respons yang lebih keras dari AS.

"Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat beralasan ini, maka mereka akan diserang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan dahsyat," tegas Trump.

Saksikan Live DetikSore:

Simak juga Video 'Iran Akan Respons Positif Jika AS Komit Pada Kesepakatan Sementara':

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini