5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 17:59 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Nathan Howard)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Nathan Howard)
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS siap untuk kembali menyerang Iran "kapan saja". Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa AS akan menghadapi "strategi baru" dari Iran dalam perang yang terus berkecamuk di Timur Tengah.

Peringatan tersebut disampaikan Trump setelah serangan besar-besaran AS terhadap berbagai target Iran telah merenggut sedikitnya 19 nyawa, termasuk warga sipil.

Sementara itu, Rezaei menegaskan bahwa strategi perang baru Teheran itu akan "meruntuhkan fondasi" Washington, dan membuat AS "tidak bisa keluar dari jurang neraka".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (3/9/2026):

- Klaim Trump Perangi Iran: Kita Lindungi Israel, Timur Tengah dan Eropa

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa AS berperang melawan Iran demi melindungi Israel, Timur Tengah, dan negara-negara Barat dari potensi serangan.

"Kita melakukannya untuk membantu Timur Tengah," kata Trump dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (3/9/2026).

"Kita melakukannya untuk membantu Israel. Kita melakukannya demi kepentingan kita sendiri, karena setelah mereka memusnahkan Israel, sesuatu yang akan dengan senang hati mereka lakukan, dan kemudian Timur Tengah, mereka akan mengincar Eropa dan mereka mengincar beberapa kota kita," ucapnya.

- Bertambah, Iran Laporkan 19 Orang Tewas Akibat Serangan AS

Laporan media pemerintah Iran menyebutkan bahwa sedikitnya 19 orang tewas dalam rentetan serangan militer Amerika Serikat (AS) di beberapa provinsi di negara tersebut. Mereka yang tewas terdiri atas para personel militer dan warga sipil Iran.

Teheran telah melancarkan pembalasan dengan menargetkan posisi militer AS di kawasan Timur Tengah.

Keterangan Wakil Gubernur Provinsi Khuzestan bidang keamanan dan penegakan hukum, Valiollah Hayati, seperti dilansir Xinhua dan Al Jazeera, Kamis (3/9/2026), menyebutkan bahwa sedikitnya tujuh orang tewas dan delapan orang lainnya luka-luka akibat serangan yang menghantam provinsi di wilayah barat daya Iran itu.

- Trump: AS Siap Kembali Serang Iran Kapan Saja Kita Mau

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan bahwa AS siap untuk kembali menyerang Iran "kapan saja". Peringatan ini disampaikan Trump setelah serangan besar-besaran AS terhadap berbagai target Iran telah merenggut sedikitnya 19 nyawa, termasuk warga sipil.

AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan besar-besaran sejak akhir pekan. Pertempuran ini tercatat sebagai yang terbesar dan paling sengit sejak Juli lalu, saat jeda pertempuran berlangsung singkat.

Pasukan Washington menghantam berbagai kota dan wilayah di sepanjang pesisir selatan Iran, juga di dekat Selat Hormuz yang diblokade, termasuk menghantam sebuah acara pernikahan di kota Kuhestak, Sirik.

- Iran Ancam Strategi Baru Hadapi AS: Anda Tak Bisa Keluar dari Jurang Neraka!

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menghadapi "strategi baru" dari Iran dalam perang yang terus berkecamuk di Timur Tengah.

Rezaei menegaskan bahwa strategi perang baru Teheran itu akan "meruntuhkan fondasi" Washington, dan membuat AS "tidak bisa keluar dari jurang neraka".

Dalam pernyataan terbaru saat Iran kembali digempur oleh AS pekan ini, seperti dilansir Press TV dan AFP, Kamis (3/9/2026), Rezaei menyebut AS sedang melakukan "upaya putus asa".

- AS Klaim Kawal 40 Kapal Angkut 18 Juta Barel Minyak Lewati Selat Hormuz

Militer Amerika Serikat (AS) diklaim telah mengawal sebanyak 40 kapal komersial melintasi Selat Hormuz pada Selasa (2/9) waktu setempat. Kapal-kapal itu disebut membawa muatan total sebanyak 18 juta barel minyak.

Angka tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (3/9/2026), dilaporkan oleh media terkemuka AS, CNN, yang mengutip dua pejabat AS yang mengetahui operasi pengawalan di Selat Hormuz tersebut.

Jika valid, maka angka tersebut menandai rekor tertinggi untuk perlintasan kapal selama masa perang.

Tonton juga video "Trump Usul Selat Hormuz Jadi Selat Trump!"

Halaman 2 dari 2
(nvc/nvc)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini