Iran Ancam Strategi Baru Hadapi AS: Anda Tak Bisa Keluar dari Jurang Neraka!

Iran Ancam Strategi Baru Hadapi AS: Anda Tak Bisa Keluar dari Jurang Neraka!

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 14:59 WIB
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei (dok. AFP/MORTEZA FAKHRI NEZHAD)
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei (dok. AFP/MORTEZA FAKHRI NEZHAD)
Teheran -

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) akan menghadapi "strategi baru" dari Iran dalam perang yang terus berkecamuk di Timur Tengah.

Rezaei menegaskan bahwa strategi perang baru Teheran itu akan "meruntuhkan fondasi" Washington, dan membuat AS "tidak bisa keluar dari jurang neraka".

Dalam pernyataan terbaru saat Iran kembali digempur oleh AS pekan ini, seperti dilansir Press TV dan AFP, Kamis (3/9/2026), Rezaei menyebut AS sedang melakukan "upaya putus asa".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lewat upaya-upaya yang putus asa ini, Anda tidak hanya akan gagal keluar dari jurang neraka yang telah Anda ciptakan sendiri, tetapi Anda juga akan segera menyaksikan bagaimana strategi baru Iran, baik di medan pertempuran, dalam diplomasi, maupun dalam menghadapi blokade ekonomi, akan meruntuhkan fondasi Anda," tegas Rezaei dalam pernyataan yang ditujukan untuk AS.

Rentetan serangan terbaru AS, yang dimulai pada Minggu (30/8), menghantam wilayah di sepanjang pesisir Iran, juga di sisi timur Selat Hormuz, serta sejumlah provinsi di wilayah barat, barat daya, dan selatan negara Syiah tersebut. Serangan ini mengakhiri jeda pertempuran yang berlangsung selama sebulan.

Laporan terbaru media pemerintah Iran menyebutkan bahwa sedikitnya 19 orang tewas dalam rentetan serangan AS baru-baru ini.

Salah satu serangan menghantam sebuah acara pernikahan di Sirik, Iran bagian selatan, yang dilaporkan menewaskan sedikitnya empat orang dan melukai 68 orang lainnya. Para korban mencakup seorang bocah berusia empat tahun, seorang remaja, dan dua orang perempuan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmael Baghaei, menyebut serangan AS itu sebagai "kejahatan perang".

Teheran membalas dengan menargetkan pangkalan dan aset militer AS di kawasan Timur Tengah, seperti Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Erbil, wilayah Kurdistan di Irak.

Kementerian Luar Negeri Iran membela serangan balasan tersebut, dengan menyatakan langkah semacam itu dilakukan "sesuai dengan hak dasar untuk membela diri". Teheran juga menyerukan negara-negara di kawasan untuk mencegah militer AS menggunakan wilayah mereka untuk menyerang Iran.

Simak juga Video 'Trump Usul Selat Hormuz Jadi Selat Trump!':

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini