Militer Kuwait mengumumkan pasukannya mencegat serangan rudal dan drone yang diluncurkan dari wilayah Iran pada Kamis (3/9) waktu setempat. Aktivitas pencegatan ini dilakukan saat Teheran menargetkan sekutu-sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah, untuk membalas serangan terhadap wilayahnya baru-baru ini.
Iran menyerang pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Yordania, Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, dan Erbil, wilayah Kurdistan di Irak, menyusul pengeboman besar-besaran oleh Washington pada Selasa (1/9) terhadap berbagai lokasi di seluruh wilayah Iran.
"Pertahanan udara Kuwait saat ini sedang menghadapi serangan rudal dan drone musuh, menyusul agresi keji Iran," demikian pernyataan militer Kuwait via media sosial X, seperti dilansir AFP, Kamis (3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan televisi pemerintah Iran, secara terpisah, mengonfirmasi bahwa Teheran menargetkan pangkalan AS di Kuwait untuk "merespons kejahatan Amerika terhadap rakyat Iran".
Iran bereaksi dengan kemarahan setelah rentetan serangan AS memakan korban jiwa, termasuk warga sipil di wilayahnya. Laporan terbaru media pemerintah Iran menyebutkan bahwa sedikitnya 19 orang tewas dalam rentetan serangan AS di beberapa provinsi di negara tersebut.
Salah satu serangan AS itu menghantam sebuah acara pernikahan di Sirik, Iran bagian selatan. Kantor berita Mehr melaporkan bahwa sedikitnya empat orang tewas dan 68 orang lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.
Para korban mencakup seorang bocah berusia empat tahun, seorang remaja, dan dua orang perempuan.
AS tidak menanggapi secara langsung laporan Iran soal jatuhnya korban sipil tersebut. Namun juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins, menegaskan bahwa "militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil, berbeda dengan IRGC" -- merujuk pada Korps Garda Revolusi Islam Iran.
Ketua parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang juga negosiator utama Teheran, menyebut AS sebagai "setan" karena menyerang pesta pernikahan di Sirik tersebut.
"Jika suatu kekuatan bertindak seperti setan, memilih target seperti setan, dan membunuh seperti setan, maka dia adalah setan," kecam Ghalibaf dalam pernyataan via media sosial X.
Simak Video 'Militer Iran Mengutuk Serangan Maut AS ke Acara Pernikahan':










































