Jarang-jarang Kunker ke Mesir, Xi Jinping Bicara Nasib Timur Tengah

Jarang-jarang Kunker ke Mesir, Xi Jinping Bicara Nasib Timur Tengah

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 03 Sep 2026 11:06 WIB
Presiden China Xi Jinping disambut Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi setibanya di Kairo (via REUTERS/KHALED DESOUKI)
Presiden China Xi Jinping disambut Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi setibanya di Kairo (via REUTERS/KHALED DESOUKI)
Kairo -

Presiden China Xi Jinping, yang sedang melakukan kunjungan langka ke Mesir, menyerukan negara-negara Timur Tengah untuk membangun kerangka kerja keamanan dan menentang campur tangan pihak luar. Xi mencetuskan agar negara-negara Timur Tengah menjadi penentu nasibnya sendiri.

Pernyataan itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Kamis (3/9/2026), disampaikan Xi saat melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi di Kairo.

"China mendukung negara-negara kawasan dalam membangun arsitektur keamanan baru bagi Timur Tengah," ucap Xi dalam pernyataannya, seperti dikutip kantor berita Xinhua pada Rabu (2/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Xi tiba di Kairo, ibu kota Mesir pada Selasa (1/9) waktu setempat, untuk melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari. Ini menjadi kunjungan pertamanya ke Mesir dalam 10 tahun terakhir.

Xi disambut oleh Sisi dan penghormatan tembakan meriam sebanyak 21 kali di Istana Kepresidenan Ittihadiya, Kairo, sebelum melakukan pembicaraan yang berfokus pada Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dalam pertemuan dengan Sisi, Xi menyerukan penolakan terhadap campur tangan pihak luar di kawasan Timur Tengah.

"Kita harus menjunjung tinggi prinsip bahwa masyarakat Timur Tengah harus tetap menjadi penentu nasib mereka sendiri, menentang campur tangan pihak luar, dan mendukung negara-negara kawasan dalam memperkuat dialog mengenai perdamaian dan keamanan," tegas Xi, sembari mengajak China dan Mesir untuk "bersama-sama menentang unilateralisme dan tindakan intimidasi".

Presiden China itu kemudian menyerukan "solusi komprehensif dan keamanan bersama" di kawasan tersebut, dan menyatakan bahwa isu Palestina "tetap menjadi inti dari persoalan Timur Tengah, dan tidak seharusnya diabaikan atau dikesampingkan".

Xi juga menyerukan dukungan terhadap "peran efektif" Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan Timur Tengah dan mendesak kekuatan luar untuk meninggalkan "standar ganda" terkait Timur Tengah.

Di tengah ketegangan di Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran, Xi menyatakan bahwa China "siap bekerja sama" dengan negara-negara Timur Tengah untuk "menjaga keamanan jalur pelayaran internasional".

Menurut pernyataan kantor kepresidenan Mesir, kedua pemimpin menyerukan "solusi diplomatik" dan "kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang".

Kedua pemimpin juga membahas soal penguatan kerja sama bilateral dalam pertemuan di Kairo. Xi disebut menyerukan agar China dan Mesir "menciptakan terobosan baru dalam kerja sama di bidang energi hijau, kendaraan listrik, kedirgantaraan, ekonomi digital, dan teknologi pertanian modern".

Lihat juga Video 'Putin dan Xi Jinping Bertemu di Kyrgyzstan, Bahas Apa?':

Halaman 2 dari 2
(nvc/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini