AS-Iran Panas Lagi, Israel Siap Membalas Jika Diserang!

AS-Iran Panas Lagi, Israel Siap Membalas Jika Diserang!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 17:25 WIB
Menhan Israel, Israel Katz:(dok. Reuters)
Menhan Israel, Israel Katz:(dok. Reuters)
Tel Aviv -

Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, menegaskan negaranya siap merespons "dengan kekuatan besar" jika diserang oleh Iran. Penegasan ini disampaikan setelah pertempuran kembali berkobar antara sekutu dekatnya, Amerika Serikat (AS), dan musuhnya, Iran.

Militer AS menggempur target-target terkait Iran sejak akhir pekan kemarin, dengan Teheran menargetkan posisi militer AS di berbagai wilayah Timur Tengah sebagai pembalasan. Israel, sejauh ini, tidak menjadi target serangan pembalasan Iran.

Katz, seperti dilansir AFP, Rabu (2/9/2026), mengatakan bahwa pasukan Israel telah bersiap menghadapi kemungkinan serangan terbaru dari Iran selama periode hari raya besar Yahudi, yang dimulai pada pertengahan September.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini, mereka (Iran-red) melancarkan serangan terhadap berbagai wilayah di kawasan ini, kecuali terhadap kita," kata Katz saat berbicara dalam sebuah konferensi yang diselenggarakan oleh dua media terkemuka Israel, Ynet dan Yedioth Ahronoth, pada Rabu (2/9).

"Tetapi, ada kemungkinan mereka akan menyerang kita. Kita siap menghadapinya dari sisi pertahanan," tegas Menhan Israel tersebut.

Jika Iran melancarkan serangan, sebut Katz, Israel akan "merespons dengan kekuatan besar, secara mandiri tanpa bergantung pada pihak lain".

"Pesawat-pesawat kita siap untuk lepas landas," ucapnya.

Pada Rabu (2/9), Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap berbagai posisi militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah, untuk membalas pengeboman besar-besaran oleh pasukan Amerika terhadap wilayahnya.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Yordania, Uni Emirat Arab, Kuwati, Bahrain, dan Erbil di Irak.

Ini menjadi aksi saling serang paling sengit dalam beberapa pekan terakhir, saat konflik yang telah berkecamuk selama enam bulan ini semakin berlarut-larut.

Israel, yang memulai perang bersama AS pada akhir Februari lalu, tetap tidak terlibat secara militer sejak Presiden AS Donald Trump mencapai kesepakatan gencatan senjata yang rapuh pada April lalu.

"Mereka gemar melancarkan serangan pada hari-hari besar Yahudi karena mereka membenci orang Yahudi. Lihatlah berbagai peristiwa yang telah terjadi di masa lalu. Namun, kita siap baik secara defensif maupun ofensif, dalam koordinasi dengan Amerika Serikat terkait hal ini," kata Katz dalam pernyataannya.

Iran, yang para pemimpinnya sangat anti-Israel dan mendukung militan bersenjata seperti Hamas, secara konstitusional mengakui komunitas Yahudi di negaranya, yang jumlahnya diperkirakan mencapai ribuan orang.

Tonton juga video "Warga Gaza Kocar-kacir Diserang Israel, 3 Orang Tewas"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini