Usai Serang Iran, AS Imbau Warganya di Timur Tengah Waspada

Usai Serang Iran, AS Imbau Warganya di Timur Tengah Waspada

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 15:45 WIB
Ilustrasi (dok. Reuters)
Ilustrasi (dok. Reuters)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) merilis peringatan keamanan baru bagi warganya yang ada di kawasan Timur Tengah, menyusul kembali berkobarnya pertempuran melawan Iran baru-baru ini. Otoritas Washington mengimbau warganya di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.

Peringatan keamanan terbaru itu, seperti dilansir Al Arabiya dan Middle East Monitor, Rabu (2/9/2026), dirilis untuk hampir seluruh Kedutaan Besar AS yang ada di kawasan Timur Tengah, termasuk di Israel, pada Selasa (1/9) waktu setempat.

"Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," kata Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan keamanannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Warga Amerika yang saat ini berada di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan mewaspadai kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, dan gangguan perjalanan," demikian bunyi imbauan Departemen Luar Negeri AS.

"Warga Amerika yang bepergian dari dan ke kawasan tersebut harus memantau informasi mengenai operasional bandara dan maskapai penerbangan," imbuh imbauan tersebut.

Departemen Luar Negeri AS memperingatkan kemungkinan serangan menargetkan kepentingan AS di luar negeri. Disebutkan bahwa fasilitas-fasilitas diplomatik AS, termasuk yang di luar Timur Tengah, telah menjadi target.

"Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan AS di luar negeri atau lokasi-lokasi yang terkait dengan Amerika Serikat dan warga Amerika di seluruh dunia, termasuk bisnis AS dan institusi lainnya," sebut Departemen Luar Negeri AS dalam peringatan keamanannya.

AS Gempur Target Garda Revolusi Iran dalam Serangan Terbaru

Peringatan keamanan ini dirilis setelah Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, mengumumkan bahwa pasukan AS telah menuntaskan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran.

CENTCOM melaporkan bahwa serangannya menargetkan unit-unit Korps Garda Revolusi Islam (Iran) yang mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz, seperti lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset penebar ranjau, fasilitas komunikasi, peluncur rudal jelajah anti-kapal dan peluncur drone tempur.

Para pejabat AS mengatakan bahwa sekitar 100 target Iran telah diserang pada Selasa (1/9) waktu setempat.

Iran Luncurkan Puluhan Rudal-Drone Balas Serangan AS

Iran telah meluncurkan sekitar 25 rudal balistik, juga melancarkan serangan drone, terhadap pangkalan-pangkalan AS yang ada di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Erbil di Irak, sebagai pembalasan. Teheran disebut mengirimkan dua lusin drone ke pangkalan-pangkalan AS di Bahrain.

Pasukan AS dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar serangan pembalasan Iran tersebut.

Menurut keterangan seorang pejabat AS, sebanyak 10 rudal Iran dicegat di wilayah udara Yordania, dengan tiga rudal lainnya jatuh ke daratan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini