5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 17:01 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Kylie Cooper)
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: REUTERS/Kylie Cooper)
Jakarta -

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya menggempur target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengancam lebih banyak serangan yang lebih dahsyat, jika Teheran membalas.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), mengumumkan bahwa pasukan AS telah menuntaskan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Rabu (2/9/2026):

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

- Ketua Parlemen Iran Serukan Warga Hemat BBM Buntut Blokade AS

Ketua Parlemen Iran menyerukan warga negara itu untuk mengurangi pemakaian BBM mereka. Seruan ini disampaikan pada hari Selasa (1/9) waktu setempat, seiring negara tersebut menghadapi kesulitan mengimpor bahan bakar untuk memenuhi permintaan akibat blokade angkatan laut Amerika Serikat.

"Tentu saja, sebagian tanggung jawab atas konsumsi tinggi ini bukan terletak pada rakyat kita; melainkan pada industri kita," kata ketua parlemen dan negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pidato yang disiarkan televisi Iran, dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026).

"Namun dalam hal apa pun, yang jelas adalah kita perlu menghemat bensin dalam pemakaian kita," imbuhnya.

- Pertama Kali, AS Serang 2 Kapal Tanker Pemerintah Iran

Militer Amerika Serikat (AS) menyerang dua kapal tanker milik pemerintah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat, sebagai bagian dari rentetan serangan yang lebih luas terhadap Teheran. Kedua kapal tanker yang dibombardir pasukan Washington itu disebut sedang berlabuh di lepas pantai Iran.

Penargetan kapal tanker Iran itu disebut sebagai kebijakan pencegahan baru "tanker for tanker" yang disetujui Presiden AS Donald Trump.

Laporan tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), disampaikan oleh media Axios yang mengutip sejumlah sumber pejabat AS, yang tidak disebut namanya. AS kembali menggempur target-target Iran sejak akhir pekan kemarin, dan Teheran membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

- Peru Putus Hubungan dengan Iran, Sorot Gangguan di Selat Hormuz

Kementerian Luar Negeri Peru mengumumkan bahwa negara tersebut telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Pemerintah Peru menuduh Teheran menghasut "eskalasi konflik" di Timur Tengah dan menghambat transit maritim di Selat Hormuz.

Mengutip sikap pasifis historis, pemerintah Peru "telah mengambil keputusan untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Islam Iran," kata kementerian Peru itu dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (1/9) waktu setempat.

Perang di Timur Tengah telah kembali berkobar dalam beberapa hari terakhir, dengan serangan baru AS terhadap Iran pada hari Minggu lalu, dan serangan balasan sejak saat itu.

- Geger Baku Tembak Berdarah di Belanda, 34 Orang Ditangkap

Otoritas Belanda menangkap sebanyak 34 orang, termasuk sejumlah warga negara asing (WNA), menyusul baku tembak yang dilaporkan terkait seorang gembong narkoba ternama. Sedikitnya satu orang tewas dalam baku tembak yang terjadi di pinggiran Belanda, dekat perbatasan Jerman tersebut.

Kepolisian Belanda, seperti dilansir AFP, Rabu (2/9/2026), mengimbau warga di kota Overasselt, bagian timur negara tersebut, untuk tetap berada di dalam rumah dengan pintu dan jendela tertutup. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan masih adanya tersangka lain yang berkeliaran.

Pada Selasa (1/9) dini hari, sekitar pukul 04.00 waktu setempat, sekelompok pria bersenjata lengkap yang mengenakan penutup wajah atau balaklava mendatangi sebuah rumah di Overasselt, dan melepaskan tembakan. Seorang pria berusia 51 tahun, yang dilaporkan merupakan seorang petugas keamanan, tewas.

- Mendidih, Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Iran Balas Serang AS!

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya menggempur target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengancam lebih banyak serangan yang lebih dahsyat, jika Teheran membalas.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), mengumumkan bahwa pasukan AS telah menuntaskan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran.

"Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (Iran), termasuk lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, dan lokasi komunikasi," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (2/9).

Simak juga Video 'Iran Akan Respons Positif Jika AS Komit Pada Kesepakatan Sementara':

Halaman 3 dari 2
(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini