Ketua Parlemen Iran menyerukan warga negara itu untuk mengurangi pemakaian BBM mereka. Seruan ini disampaikan pada hari Selasa (1/9) waktu setempat, seiring negara tersebut menghadapi kesulitan mengimpor bahan bakar untuk memenuhi permintaan akibat blokade angkatan laut Amerika Serikat.
"Tentu saja, sebagian tanggung jawab atas konsumsi tinggi ini bukan terletak pada rakyat kita; melainkan pada industri kita," kata ketua parlemen dan negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dalam pidato yang disiarkan televisi Iran, dilansir kantor berita AFP, Rabu (2/9/2026).
"Namun dalam hal apa pun, yang jelas adalah kita perlu menghemat bensin dalam pemakaian kita," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ghalibaf mengatakan bahwa penghematan bahan bakar "membutuhkan kebijaksanaan kolektif dan tentu saja membutuhkan kerja sama rakyat".
"Jika kita menggunakannya dengan benar, kita dapat mengelola dengan jumlah bensin yang kita produksi di negara ini," katanya.
Washington memberlakukan blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai balasan atas penutupan Selat Hormuz oleh Teheran. Selat Hormuz merupakan jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas Teluk.
Pemerintah AS juga baru-baru ini mengumumkan sanksi baru yang luas, yang bertujuan untuk semakin mengisolasi ekonomi Iran.
Dalam beberapa hari terakhir, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah SPBU di Teheran, ibu kota Iran.
Pekan lalu, Wakil Presiden Iran Mohammad Jafar Ghaempanah mengakui bahwa produksi bensin domestik "tidak mencukupi, dan dikarenakan blokade angkatan laut AS, kita tidak dapat mengimpornya".
Beberapa hari sebelumnya, kepala staf presiden Iran mengatakan kuota bensin akan ditinjau.
Dengan banyak warga Iran yang merasakan dampak inflasi yang melonjak dan prospek ekonomi yang suram yang diperburuk oleh perang, Ghalibaf juga mengumumkan rencana untuk memperluas subsidi.
"Pemerintah dan parlemen bertekad untuk meningkatkan alokasi kredit untuk program subsidi pangan elektronik, terutama untuk kelompok pendapatan yang menanggung tekanan ekonomi terbesar," katanya.
Ghalibaf menegaskan bahwa kesejahteraan penduduk adalah prioritas.
"Sebenarnya, semua upaya kita sebagai pejabat harus diarahkan untuk mengurangi tekanan pada rakyat sehingga ketidakpuasan berkurang, karena kepuasan rakyat adalah prinsip mendasar bagi kita," tandasnya.
Simak juga Video 'Iran Akan Respons Positif Jika AS Komit Pada Kesepakatan Sementara':










































