Mendidih, Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Iran Balas Serang AS!

Mendidih, Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Iran Balas Serang AS!

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 11:15 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)
Washington DC -

Militer Amerika Serikat (AS) mengumumkan pasukannya menggempur target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di wilayah Iran pada Selasa (1/9) waktu setempat. Presiden AS Donald Trump mengancam lebih banyak serangan yang lebih dahsyat, jika Teheran membalas.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir Al Arabiya dan Anadolu Agency, Rabu (2/9/2026), mengumumkan bahwa pasukan AS telah menuntaskan gelombang serangan terbaru terhadap target-target militer Iran.

"Pasukan AS menyerang target-target Korps Garda Revolusi Islam (Iran), termasuk lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, dan lokasi komunikasi," kata CENTCOM dalam pernyataan via media sosial X pada Rabu (2/9).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Serangan-serangan ini merupakan respons terhadap upaya serangan baru-baru ini oleh IRGC terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz, dan terhadap para personel militer Amerika yang dikerahkan ke kawasan tersebut," sebut pernyataan CENTCOM.

Laporan televisi pemerintah Iran menyebutkan bahwa rentetan ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm dan di dekat Selat Hormuz. Menurut televisi pemerintah Teheran, lebih dari lima ledakan terdengar di dekat desa Mesen di Pulau Qeshm, sedangkan empat ledakan lainnya terdengar dari arah Selat Hormuz.

Trump Ancam Serangan Lebih Dahsyat Jika Iran Membalas

Trump, dalam pernyataan via akun media sosial Truth Social, mengatakan bahwa pasukan AS melancarkan serangan-serangan "besar dan dahsyat" di dekat Selat Hormuz. Menurut Trump, serangan AS itu merespons apa yang disebutnya sebagai "upaya gagal Iran" untuk menebar ranjau laut di Selat Hormuz.

Presiden AS ini juga menyinggung soal serangan rudal Iran terhadap pangkalan di Yordania, dengan mengatakan bahwa "semuanya berhasil ditembak jatuh".

Dalam pernyataannya, Trump memperingatkan setiap aksi pembalasan dari Iran akan memicu respons yang lebih keras dari AS.

"Jika negara Iran yang gagal itu membalas serangan yang sangat beralasan ini, maka mereka akan diserang kembali dengan kekuatan yang jauh lebih besar dan dahsyat," tegas Trump.

Dia menambahkan bahwa serangan-serangan dengan skala lebih besar sudah "siap sedia" dan mengklaim serangan itu akan membuat Iran "hampir musnah".

Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump kembali memperingatkan bahwa Iran akan "diserang jauh lebih keras" jika memutuskan untuk membalas serangan AS.

"Jika ada serangan ketiga, mereka akan benar-benar musnah sebagai sebuah negara," tegas Trump mengancam Iran.

Lihat juga Video 'Rudal AS Serang Acara Pernikahan di Iran, 4 Tewas':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini