Taliban yang berkuasa di Afghanistan, berupaya melakukan pendekatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk potensi investasi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Taliban Amir Khan Muttaqi telah mengundang perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di sektor pertambangan, infrastruktur, dan pertanian Afghanistan.
Bahkan disebut-sebut ada potensi kesepakatan mineral, yang nilainya mencapai US$ 1 triliun atau setara Rp 17.732 triliun.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (1/9/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Iran Tuntut DK PBB Bertindak Atas Serangan AS ke Pulau Larak
Pemerintah Iran secara resmi menuntut Dewan Keamanan PBB untuk bertindak setelah serangan militer Amerika Serikat di Pulau Larak di Teluk Persia. Iran menyebut serangan itu sebagai tindakan agresi yang terang-terangan, kejahatan perang, dan serangan langsung terhadap kedaulatan negara.
Dalam surat bertanggal 31 Agustus 2026 kepada Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan presiden Dewan Keamanan (DK) PBB, Gholamhossein Darzi, Duta Besar dan Kuasa Usaha Iran di PBB mengatakan pasukan AS menyerang pulau Iran tersebut pada Minggu malam, 30 Agustus.
Dilansir media Iran, Press TV, Selasa (1/9/2026), serangan itu, tulis Darzi, menyebabkan gugurnya dan cedera para pembela tanah air Iran serta warga sipil, dan menyebabkan kerusakan pada properti publik dan swasta.
- Tegang, Kapal Perang Turki Usir Kapal Militer Israel di Laut Mediterania
Sejumlah kapal perang Turki dilaporkan bergerak mendekati kapal-kapal Angkatan Laut Israel yang sedang berlayar di perairan Laut Mediterania, dalam insiden terbaru antara kedua negara. Kapal-kapal perang Turki itu disebut berhasil memaksa kapal-kapal militer Israel untuk mengubah rute pelayaran mereka.
Insiden tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (1/9/2026), dilaporkan oleh Perusahaan Penyiaran Publik Israel, atau disebut juga KAN.
Dengan mengutip sejumlah sumber anonim, KAN melaporkan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Turki mendekati kapal-kapal Angkatan Laut Israel yang sedang beroperasi di perairan Mediterania dan mempengaruhi rute yang dapat mereka tempuh.
- Kapal Induk USS Abraham Lincoln Segera Tiba di Thailand
Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dijadwalkan tiba di Thailand pada hari Selasa (1/9). Ini merupakan kunjungan pelabuhan pertama bagi 5.000 awaknya sejak November tahun lalu.
Kota resor Pattaya, tujuan liburan dan rekreasi bagi pasukan AS sejak Perang Vietnam tersebut, telah meningkatkan keamanan saat bersiap menyambut para pelaut dan Marinir dari USS Abraham Lincoln.
"Sekitar 600 petugas akan memberikan keamanan dan bantuan lain yang diperlukan," kata Gubernur provinsi Narit Niramaiwong, dikutip kantor berita AFP, Selasa (1/9/2026).
- WNI Ditemukan Meninggal di Jalur Pendakian Gunung Fuji
Seorang pendaki asal Indonesia ditemukan tergeletak dengan posisi tengkurap di jalur pendakian Gunung Fuji, yang merupakan gunung tertinggi di Jepang. Warga negara Indonesia (WNI) berjenis kelamin laki-laki itu, dilarikan ke rumah sakit, namun dia dinyatakan telah meninggal dunia.
Insiden ini, seperti dilansir NHK, Selasa (1/9/2026), terjadi pada Sabtu (29/8) sore waktu setempat. Pria WNI itu disebut mengikuti tur pendakian gunung dengan dipimpin pemandu.
Kepolisian Jepang mengatakan bahwa pria WNI itu memulai pendakian dari Pos 5 Fuji-Yoshida pada Sabtu (29/8) siang, sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
- Taliban Dekati AS, Ada Potensi Kesepakatan Mineral Rp 17.732 T
Taliban yang berkuasa di Afghanistan, berupaya melakukan pendekatan dengan Amerika Serikat (AS) untuk potensi investasi. Menteri Luar Negeri (Menlu) Taliban Amir Khan Muttaqi telah mengundang perusahaan-perusahaan AS untuk berinvestasi di sektor pertambangan, infrastruktur, dan pertanian Afghanistan.
Bahkan disebut-sebut ada potensi kesepakatan mineral, yang nilainya mencapai US$ 1 triliun atau setara Rp 17.732 triliun.
Informasi tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Selasa (1/9/2026), dilaporkan oleh media terkemuka Financial Times dalam publikasi wawancara terbarunya dengan Muttaqi pada Senin (31/8) waktu setempat.
Simak juga Video 'Foto Perdana Maduro di Penjara AS Beredar Usai Kesepakatan Minyak':










































