×
Ad

Analisis Data 2.500 Bangunan Hancur Imbas Banjir Bandang di Lembah Nepal

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 01 Sep 2026 05:31 WIB
Pemandangan dari udara di Devighat, Distrik Nuwakot, memperlihatkan kondisi kawasan setelah diterjang bencana pada 29 Agustus 2026. (REUTERS/Athit Perawongmetha)
Jakarta -

Lebih dari 2.500 bangunan hancur di Lembah Trishuli, Nepal, akibat banjir bandang yang dahsyat pada 26 Agustus lalu. Jumlah ini berdasarkan perhitungan analisis data dari observatorium Copernicus milik Eropa.

Dilansir AFP, Selasa (1/9/206), jumlah tersebut mencakup sekitar dua pertiga dari seluruh bangunan di tiga zona yang berpotensi terdampak, yang diteliti oleh layanan manajemen darurat Copernicus.

Jika bangunan yang mengalami kerusakan sebagian turut diperhitungkan, proporsi bangunan yang terdampak meningkat menjadi lebih dari tujuh dari setiap 10 bangunan; hal ini menegaskan betapa dahsyatnya banjir tersebut saat menerjang lembah itu.

Wilayah-wilayah ini--yang meliputi sebagian kota Timure, Syabrubesi, dan Bidur di sebelah utara ibu kota Kathmandu--merupakan tempat tinggal bagi hampir 6.000 orang sebelum bencana terjadi.

Citra wilayah di sekitar Bharatpur, kota terpadat ketiga di Nepal, masih dalam tahap analisis pada Senin (31/8) pagi. Para ilmuwan mengaitkan banjir bandang tersebut dengan runtuhnya gletser raksasa di pegunungan Himalaya.

Banjir itu menerjang pos perbatasan Gyirong antara Nepal dan Tibet (wilayah otonom China) setelah meluncur deras sejauh sekitar 20 kilometer (12 mil) dari lokasi gletser.




(rfs/rfs)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork