Prabowo di Diskusi Karhutla: Jangan Salah, Saya Paling Hormat Sama Pakar

Prabowo di Diskusi Karhutla: Jangan Salah, Saya Paling Hormat Sama Pakar

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Jumat, 25 Sep 2026 18:36 WIB
Presiden Prabowo berdiskusi bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran.
Presiden Prabowo berdiskusi bersama sejumlah akademisi mengenai pengelolaan lahan gambut dan potensi kebakaran. (dok Biro Pers Istana)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengundang para pakar dan akademisi dalam diskusi membahas penanganan karhutla di lahan gambut. Prabowo menegaskan menghormati para pakar sekaligus meminta masukan dalam memutuskan kebijakannya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin diskusi bersama sejumlah akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9). Mulanya, Prabowo menyodorkan tiga pertanyaan kepada forum mengenai penanganan karhutla di lahan gambut.

"Yang pertama, kita harus koreksi regulasi. Itu nanti kita harus tegas. Masih ada delapan perda di kabupaten. Bayangkan, yang mau pakai loophole bahwa boleh bakar 2 hektare. Which is menurut saya complete nonsense. Bahwa satu orang boleh bakar 2 hektare," kata Prabowo dalam video yang diunggah akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo mengatakan pemerintah terus menertibkan perusahaan yang melanggar ketentuan. Prabowo pun meminta masukan kepada para pakar mengenai langkah terbaik untuk menutup celah terjadinya karhutla.

ADVERTISEMENT

"Perusahaan, kita sudah ada ketentuan ya, sudah ada kewajiban-kewajiban ya. Tiap 5 hektar harus ada menara. Tiap sekian hektare harus ada embung, tiap sekian, sudah ada regulasinya. Dan Anda harus punya tim pemadam kebakaran dari karyawan Anda. Ada perusahaan yang patuh, ada perusahaan yang tidak. Ini harus kita tertibkan," kata Prabowo.

"Tapi sekarang utamanya, Saudara-saudara, sebagai ahli, tolong saya diberitahu, apa langkah terbaik untuk kita cegah kebakaran di kawasan hutan, pertama," tambahnya.

Prabowo kemudian menyinggung Indonesia memiliki lahan gambut cukup luas. Dia menanyakan apakah lahan itu dapat dimanfaatkan ke arah produktif.

"Kedua, kawasan hutan yang ada gambutnya. Dua hal. Dan ketiga yang saya minta, saran dari Saudara-saudara, apakah gambut ini bisa kita manfaatkan ke arah produktif? Apakah kita bisa tanam tanaman di atas gambut? Saya kira itu tiga pertanyaan yang paling penting yang saya butuh dari Saudara-saudara sebagai pakar," katanya.

Prabowo kemudian menegaskan menghormati para pakar. Dia mengharapkan segala masukan para pakar terhadap pemerintah.

"Jadi Saudara-saudara, jangan salah ya menerima, kadang-kadang saya kalau bicara di audiens, suka dipelintir ya, dibilang seolah saya nggak hormati pakar. Saya paling hormat sama pakar. Nggak bisa apa pun, saya, kenapa saya berhasil sebagai perwira? Karena saya selalu cari pakar. Anyway. Jadi mohon saya diberi masukan, what can we do," katanya.

Berikut daftar pakar dan akademisi yang berdiskusi dengan Prabowo:
1. Bagus Muljadi (Nottingham University)
2. Azwar Maas (UGM)
3. Zakaria Amsari (Universiras Tanjungpura)
4. Haris Gunawan (UNRI)
5. Darmae Nasir (Universitas Palangka Raya)
6. Henrik Segah (Universitas Palangka Raya)
7. Yulianto S Nugroho (UI)
8. Asmari Saad (Universitas Jambi)
9. Puji Lestari (ITB), Indratmo Soekarno (ITB)
10. Made Hesti Lestari (BRIN)
11. Ahmad Kurnain (Universitas Lambung Mangkurat)
12. Bambang Kun Cahyono (UGM)
13. Sigit Sutikno (UNRI)
14. Ati Dwi Nurhayati (IPB)
15. Muhammad Agung Santoso (UI)
16. Elham Sumarga (ITB).

Tonton juga video "Prabowo Minta Tolong ke Pakar Cara Cegah Karhutla"

Halaman 2 dari 2
(fca/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini