Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diduga berusaha memicu eskalasi konflik di Jalur Gaza, sebagai bagian dari upaya untuk mengganggu atau menunda pemilu parlemen yang dijadwalkan akan digelar pada akhir tahun ini.
Dugaan tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Senin (24/8/2026), dilaporkan oleh surat kabar Israel, Maariv, yang mengutip penilaian di kalangan petinggi militer Israel.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (24/8/2026):
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Iran Ejek Operasi Ekonomi Terbaru Trump: Skenario Daur Ulang!
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat (AS) sedang merasa frustrasi setelah berbagai kampanye tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran berulang kali gagal.
Araghchi mencemooh langkah terbaru yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai "operasi ekonomi melumpuhkan", hanyalah "skenario lama yang didaur ulang" dari kebijakan-kebijakan lama Washington terhadap Teheran. Ditegaskan Araghchi itu bahwa Iran sudah memahami cara menghadapinya.
- AS Tiba-tiba Batalkan Latihan Marinir dengan Korsel, Kenapa?
Pemerintah Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan latihan marinir gabungan dengan Korea Selatan (Korsel) yang dijadwalkan bulan depan. Apa alasannya?
Pembatalan tersebut, seperti dilansir Reuters, Senin (24/8/2026), diumumkan oleh Korps Marinir Korsel pada dalam pernyataan yang dirilis pada Senin (24/8) waktu setempat, setelah AS menyinggung soal keterbatasan pasukannya akibat perang melawan Iran.
Latihan marinir gabungan itu disebut akan melibatkan latihan pendaratan amfibi yang diikuti oleh para personel Marinir kedua negara yang bersekutu.
- Menhan Israel Ancam Pembunuhan Buntut Layang-layang dari Gaza
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengancam akan melakukan pembunuhan terarah dan mengevakuasi kawasan permukiman di Jalur Gaza, sebagai respons atas peluncuran balon dan layang-layang dari wilayah itu ke arah permukiman Israel. Dia menuduh kelompok Hamas berada di balik peluncuran tersebut.
Dalam beberapa hari terakhir, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Senin (24/8/2026), media-media lokal Israel melaporkan adanya sejumlah layang-layang yang diluncurkan dari wilayah Jalur Gaza dan mendarat di dekat permukiman Israel yang berbatasan dengan wilayah tersebut.
- Iran Ancam Konsekuensi Bagi Negara yang Gabung Operasi Ekonomi AS
Kementerian Luar Negeri Iran memperingatkan berbagai negara mengenai adanya "konsekuensi" jika mereka turut serta dalam operasi ekonomi Amerika Serikat (AS) terhadap negara tersebut. Otoritas Teheran menegaskan tekad untuk melawan sanksi-sanksi tersebut melalui kemampuan multilateral.
Peringatan untuk negara-negara yang bekerja sama dengan AS itu, seperti dilansir AFP dan Reuters, Senin (24/8/2026), disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.
- Netanyahu Diduga Panaskan Konflik Gaza Demi Tunda Pemilu
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu diduga berusaha memicu eskalasi konflik di Jalur Gaza, sebagai bagian dari upaya untuk mengganggu atau menunda pemilu parlemen yang dijadwalkan akan digelar pada akhir tahun ini.
Dugaan tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Senin (24/8/2026), dilaporkan oleh surat kabar Israel, Maariv, yang mengutip penilaian di kalangan petinggi militer Israel.
Simak juga Video 'Trump Ancam Beri Sanksi Ekonomi ke Negara yang Bantu Iran':










































