Iran Ejek Operasi Ekonomi Terbaru Trump: Skenario Daur Ulang!

Iran Ejek Operasi Ekonomi Terbaru Trump: Skenario Daur Ulang!

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2026 16:16 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Menlu Iran Abbas Araghchi (dok. AFP)
Teheran -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebut Amerika Serikat (AS) sedang merasa frustrasi setelah berbagai kampanye tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran berulang kali gagal.

Araghchi mencemooh langkah terbaru yang disebut Presiden AS Donald Trump sebagai "operasi ekonomi melumpuhkan", hanyalah "skenario lama yang didaur ulang" dari kebijakan-kebijakan lama Washington terhadap Teheran. Ditegaskan Araghchi itu bahwa Iran sudah memahami cara menghadapinya.

Dalam pernyataannya, seperti dilansir Tasnim News Agency, Senin (24/8/2026), Araghchi menyebut AS telah menggunakan berbagai istilah selama bertahun-tahun, mulai dari "sanksi yang melumpuhkan" pada masa pemerintahan Presiden Barack Obama hingga kampanye "tekanan maksimum" di masa jabatan pertama Trump dan "sanksi yang menghancurkan" di era pemerintahan Trump saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Menlu Iran itu, semuanya mencerminkan kebijakan intimidasi Washington yang sudah lama diterapkan.

"Ini adalah film lama yang diputar ulang, dan kami sudah sangat hafal jalan ceritanya dan mengetahui bagaimana cara menghadapi dan menanganinya," kata Araghchi saat berbicara di sela-sela kunjungan ke makam mendiang pendiri Iran, Imam Khomeini, pada Minggu (23/8) waktu setempat.

Lebih lanjut, Araghchi mengatakan bahwa AS sebelumnya mengancam Iran dengan "operasi militer" dan serangan-serangan, sebelum akhirnya kembali ke rencana-rencana lama mereka yang berfokus pada tekanan ekonomi.

Peralihan semacam ini, menurut Menlu Iran tersebut, menunjukkan rasa frustrasi dan ketidakmampuan Washington dalam menemukan cara efektif untuk menghadapi Teheran.

"Fakta bahwa mereka kembali mengerahkan rencana-rencana lama mereka, setelah sebelumnya mengandalkan operasi militer dan ancaman untuk melancarkan serangan serta melakukan hal ini dan hal itu, menunjukkan bahwa mereka sedang putus asa," ucap Araghchi dalam pernyataannya.

"Mereka tidak mampu memikirkan solusi lainnya dalam menghadapi rakyat Iran yang hebat, sehingga mereka terus-menerus mengedepankan rencana lama yang sama," sebutnya.

Araghchi keudian menekankan bahwa AS seharusnya memahami jika tidak ada jalan lainnya, selain memperlakukan rakyat Iran dengan rasa hormat dan mengupayakan solusi yang berlandaskan keadilan dan martabat.

"Mereka harus kembali ke jalur yang sudah pernah ditempuh sebelumnya. Bangsa Iran akan menanggapi sikap yang menjunjung tinggi martabat dengan rasa hormat," cetusnya.

Ketika ditanya apakah Iran merasa takut dengan blokade ekonomi, Araghchi menepisnya dan menegaskan bahwa Teheran tidak pernah gentar menghadapi langkah semacam itu.

"Kami tidak pernah takut," tegasnya, sembari menyebut bahwa semua langkah AS sebelumnya, termasuk blokade ekonomi dan aksi militer, telah gagal, dan kampanye terbaru ini pun akan mengalami nasib serupa.

Trump, pekan lalu, menyatakan"perang dan isolasi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap Iran. Dia memperingatkan bahwa negara mana pun yang "memberikan bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun" kepada Iran, maka akan menghadapi "konsekuensi ekonomi yang SANGAT BERAT".

Simak juga Video 'Trump Ancam Beri Sanksi Ekonomi ke Negara yang Bantu Iran':

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini