Tingkatkan Tekanan, AS Deklarasikan 'Economic D-Day' terhadap Iran

Tingkatkan Tekanan, AS Deklarasikan 'Economic D-Day' terhadap Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 24 Agu 2026 12:45 WIB
Menteri Keuangan AS Scott Bessent (dok. REUTERS/Kevin Lamarque)
Menteri Keuangan AS Scott Bessent (dok. REUTERS/Kevin Lamarque)
Washington DC -

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mendeklarasikan bahwa Washington sedang memasuki "Economic D-Day" terhadap Iran. Bessent bertekad untuk menerapkan langkah-langkah keuangan berskala luas untuk memutus penopang utama ekonomi Teheran dan memperdalam isolasi negara tersebut.

Operasi ekonomi itu diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pekan lalu, yang menggambarkan "Economic D-Day" sebagai "perang dan isolasi ekonomi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya".

Dalam pengumumannya via Truth Social, Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang "memberikan bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun" kepada Iran, maka akan menghadapi "konsekuensi ekonomi yang SANGAT BERAT".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam deklarasinya pekan ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan TRT World, Senin (24/8/2026), Bessent menyebut Trump telah melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran. Dia menyebut AS telah memasuki "tahap akhir" dan bertekad untuk melancarkan "serangan finansial terbesar".

"Presiden Trump telah melumpuhkan kemampuan militer Iran, menghancurkan nyaris 100 persen pabrik militernya, dan mengubur program nuklirnya," sebut Bessent dalam postingan via media sosial X.

"Kita sekarang memasuki tahap akhir. Saat fajar menyingsing, dimulainya 'Economic D-Day' -- serangan finansial terbesar yang pernah dikerahkan terhadap musuh," tegas Menkeu AS tersebut.

Bessent mengatakan bahwa pemerintah AS berniat mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk semakin mengisolasi Iran secara ekonomi dan memutus berbagai sumber dukungan bagi pemerintah Teheran.

"Presiden telah menciptakan kondisi untuk mengerahkan setiap badan, setiap wewenang, dan setiap tindakan yang sebelumnya dianggap tidak akan pernah kita gunakan. Tujuan kami adalah memutus setiap penopang ekonomi yang menyokong rezim tirani tersebut hingga Teheran berdiri sendirian," tegasnya.

Lebih lanjut, Bessent memperingatkan bahwa setiap pemerintah dan pihak-pihak lainnya agar tidak berasumsi bahwa AS enggan menjatuhkan sanksi atau konsekuensi berat terhadap mereka yang menentang kebijakan Washington terkait Iran.

"Republik Islam (Iran) bertahan hidup dengan cara mengemas pemerasan sebagai jaminan keamanan. Mereka mengandalkan perhitungan yang menganggap bahwa pembalasan dari Iran adalah suatu kepastian, dan penegakan aturan oleh Amerika dapat dinegosiasikan," ujarnya.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, era tersebut telah berakhir," tegas Bessent.

"Dan bagi mereka yang takut akan bahaya menentang Teheran, janganlah meremehkan konsekuensi dari tindakan menguji ketegangan Washington," tandasnya.

Menkeu AS itu tidak merinci lebih lanjut soal langkah-langkah ekonomi spesifik atau badan-badan mana saja yang akan dilibatkan dalam operasi ekonomi yang direncanakan terhadap Iran tersebut.

Lihat juga Video Trump Ancam Beri Sanksi Ekonomi ke Negara yang Bantu Iran

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini