AS Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?

AS Desak China Soal Isolasi Ekonomi Iran: Dukung atau Lawan Kami?

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 21 Agu 2026 12:32 WIB
Menkeu AS Scott Bessent (dok. Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images)
Menkeu AS Scott Bessent (dok. Andrew Caballero-Reynolds/AFP/Getty Images)
Washington DC -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) melontarkan peringatan terhadap negara-negara sekutunya dan China agar mendukung isolasi ekonomi yang bertujuan "menumbangkan" pemerintah Iran. Washington mengancam konsekuensi berat bagi negara-negara yang tidak mendukung langkah tersebut.

"Ini akan menjadi isolasi ekonomi terkoordinasi paling besar dalam sejarah dunia. Dan kami mendatangi mereka dengan pesan: apakah Anda berada di pihak kami atau melawan kami?" kata Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam pesannya kepada sekutu-sekutu AS, seperti dilansir AFP dan TRT World, Jumat (21/8/2026).

Pesan itu disampaikan Bessent setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang memberikan "bantuan penyelamatan dalam bentuk apa pun" kepada Iran, akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang "SANGAT BERAT".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya apakah AS akan secara khusus menekan China untuk mendukung isolasi ekonomi terhadap Iran, Bessent mengatakan bahwa "akan sangat menguntungkan" jika Beijing turut mendukung langkah ini.

"Kami meyakini semua pihak ingin Selat (Hormuz) tersebut dibuka kembali, dan harga energi kembali turun. Perlu diingat bahwa China memperoleh 50 persen pasokan energinya dari kawasan Teluk. Jadi, akan sangat menguntungkan bagi mereka jika turut mendukung langkah ini," cetus Bessent.

Lebih lanjut, Menkeu AS ini menyerukan kepada negara-negara lainnya untuk mendukung langkah AS atau menghadapi konsekuensinya.

"Jadi, inilah saatnya bagi sekutu-sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan. Kita akan melumpuhkan perekonomian rezim pembunuh ini, yang akan membatasi kemampuan mereka untuk memproyeksikan kekuatan melalui proksi-proksi mereka," tegas Bessent dalam pernyataannya.

AS Bertekad Jatuhkan Sanksi Terberat yang Pernah Ada terhadap Iran

Bessent dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, menegaskan bahwa AS akan menjatuhkan sanksi terberat yang pernah ada terhadap Iran.

"Ini adalah pukulan ganda. Kita menerapkan blokade (terhadap Iran), dan kita akan memberlakukan sanksi paling berat dalam sejarah. Langkah ini akan berhasil di Iran dan kita akan meruntuhkan rezim ini," tegas Menkeu AS tersebut.

Dia menambahkan bahwa tekanan baru ini berarti kemungkinan tidak akan ada peningkatan operasi militer AS terhadap Iran "untuk saat ini".

China Menentang Isolasi Ekonomi terhadap Iran

Otoritas China telah menyatakan pertentangan terhadap operasi ekonomi Trump, yang disebut sebagai "Economic D-Day", terhadap Iran. Beijing tetap menekankan pentingnya cara-cara diplomatik untuk mengakhiri konflik.

"Pemberlakuan sanksi dan tekanan tidak membantu dalam menyelesaikan masalah," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, kepada wartawan di Beijing.

"China menyerukan pihak-pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah bertanggung jawab dan menyelesaikan masalah ini melalui cara-cara diplomatik dan politik," cetusnya.

Tonton juga video "Utang AS Tembus Rp 712.000 Triliun, Tertinggi dalam Sejarah"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini