Otoritas Iran melabeli negara bagian California di Amerika Serikat (AS) sebagai "wilayah baru" mereka. Teheran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset militer AS di Eropa, jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memicu eskalasi konflik.
Langkah Iran menyebut California sebagai "WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN" itu membalas Trump yang sebelumnya memposting peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Sementara itu, sejumlah sumber dari kalangan internal rezim Teheran kepada media terkemuka Financial Times bahwa pasukan Iran sedang mempertimbangkan untuk menyerang target-target militer AS di kawasan Eropa bagian tenggara.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (20/8/2026):
- Iran Labeli California 'Wilayah Baru' Usai Trump Klaim Selat Hormuz
Otoritas Iran memberikan label kepada negara bagian California di Amerika Serikat (AS) sebagai "wilayah baru" mereka. Langkah ini membalas Presiden AS Donald Trump yang memposting peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".
Sebagai tanggapan atas postingan Trump tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (20/8/2026), akun resmi milik Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, pada media sosial X memposting peta wilayah AS, namun dengan menunjukkan negara bagian California yang diberi highlight warna biru sebagai "wilayah baru" Iran.
"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," tulis akun resmi @IraninHyderabad tersebut.
- Iran Pertimbangkan Serang Aset Militer AS di Eropa Jika Trump Picu Eskalasi
Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset militer Amerika Serikat (AS) yang ada di kawasan Eropa, jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memicu eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Informasi tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (20/8/2026), disampaikan oleh sejumlah sumber dari kalangan internal rezim Teheran kepada media terkemuka Financial Times pada Selasa (18/8) waktu setempat.
Menurut dua sumber yang dikutip Financial Times, pasukan Iran telah mempertimbangkan untuk menyerang target-target militer AS di kawasan Eropa bagian tenggara, seperti di Bulgaria, yang baru-baru ini mengizinkan pesawat militer AS melakukan pengisian bahan bakar di pangkalan udara Bezmer di wilayahnya.
(nvc/nvc)