5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 20 Agu 2026 18:20 WIB
Bendera AS dan Iran (dok. CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images)
Bendera AS dan Iran (dok. CARLOS BARRIA/POOL/AFP via Getty Images)
Jakarta -

Otoritas Iran melabeli negara bagian California di Amerika Serikat (AS) sebagai "wilayah baru" mereka. Teheran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset militer AS di Eropa, jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memicu eskalasi konflik.

Langkah Iran menyebut California sebagai "WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN" itu membalas Trump yang sebelumnya memposting peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".

Sementara itu, sejumlah sumber dari kalangan internal rezim Teheran kepada media terkemuka Financial Times bahwa pasukan Iran sedang mempertimbangkan untuk menyerang target-target militer AS di kawasan Eropa bagian tenggara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Kamis (20/8/2026):

- Iran Labeli California 'Wilayah Baru' Usai Trump Klaim Selat Hormuz

Otoritas Iran memberikan label kepada negara bagian California di Amerika Serikat (AS) sebagai "wilayah baru" mereka. Langkah ini membalas Presiden AS Donald Trump yang memposting peta yang menyebut Selat Hormuz sebagai "wilayah baru AS".

Sebagai tanggapan atas postingan Trump tersebut, seperti dilansir Anadolu Agency, Kamis (20/8/2026), akun resmi milik Konsulat Jenderal Iran di Hyderabad, India, pada media sosial X memposting peta wilayah AS, namun dengan menunjukkan negara bagian California yang diberi highlight warna biru sebagai "wilayah baru" Iran.

"WILAYAH BARU REPUBLIK ISLAM IRAN," tulis akun resmi @IraninHyderabad tersebut.

- Iran Pertimbangkan Serang Aset Militer AS di Eropa Jika Trump Picu Eskalasi

Iran dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menyerang aset-aset militer Amerika Serikat (AS) yang ada di kawasan Eropa, jika Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memicu eskalasi konflik yang terus berlangsung.

Informasi tersebut, seperti dilansir Al Arabiya, Kamis (20/8/2026), disampaikan oleh sejumlah sumber dari kalangan internal rezim Teheran kepada media terkemuka Financial Times pada Selasa (18/8) waktu setempat.

Menurut dua sumber yang dikutip Financial Times, pasukan Iran telah mempertimbangkan untuk menyerang target-target militer AS di kawasan Eropa bagian tenggara, seperti di Bulgaria, yang baru-baru ini mengizinkan pesawat militer AS melakukan pengisian bahan bakar di pangkalan udara Bezmer di wilayahnya.

- Jauh di Atas Klaim Trump, Korsel Ungkap Korut Punya 120 Senjata Nuklir

Otoritas Korea Selatan (Korsel) memperkirakan negara tetangganya, Korea Utara (Korut), memiliki sekitar 80 hingga 120 senjata nuklir. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari klaim yang baru saja disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Pyongyang memiliki 57 senjata nuklir.

Perkiraan tersebut, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (20/8/2026), disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ahn Gyu Back saat berbicara kepada anggota parlemen Korsel pada Kamis (20/8) waktu setempat. Ahn juga mengatakan bahwa sulit untuk menentukan jumlah pasti hulu ledak nuklir yang dimiliki Korut.

"Kami biasanya memperkirakan jumlahnya berkisar antara 80 hingga 120, namun sulit untuk menyebutkan angka yang pasti," kata Ahn di hadapan komite parlemen Korsel.

- Israel Akhirnya Akui Tentaranya Tembaki Mobil yang Ditumpangi Hind Rajab

Militer Israel akhirnya mengakui bahwa pasukannya menembaki mobil yang membawa Hind Rajab, seorang bocah Palestina berusia 5 tahun yang tewas di Jalur Gaza, dalam insiden pada tahun 2024. Tel Aviv telah memerintahkan penyelidikan pidana atas insiden mematikan yang memicu kemarahan internasional tersebut.

Jenazah Hind Rajab ditemukan di dalam mobil yang dipenuhi bekas tembakan di area Kota Gaza, beberapa hari setelah komunikasi terakhirnya ke Bulan Sabit Merah Palestina pada 29 Januari 2024. Panggilan telepon terakhir bocah Palestina itu digambarkan penuh keputusasaan dan berlangsung selama berjam-jam.

Militer Israel sebelumnya membantah keberadaan pasukannya di dekat lokasi kejadian.

- Trump Ancam Isolasi Ekonomi, Iran Sebut Kebijakan Gagal!

Iran menepis ancaman isolasi ekonomi yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Teheran dan negara-negara pendukungnya. Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyebutnya sebagai kelanjutan dari "kebijakan-kebijakan gagal" AS.

Araghchi menilai kebijakan semacam itu hanya akan membawa "kekalahan lebih lanjut" bagi Washington.

Dalam tanggapannya via media sosial X, seperti dilansir AFP dan Reuters, Kamis (20/8/2026), Araghchi menyebut ancaman terbaru Trump hanyalah upaya untuk mengalihkan opini publik Amerika dari masalah keuangan di dalam negeri, termasuk rekor utang dan kenaikan suku bunga.

Simak juga Video 'Gencatan Senjata Belum 14 Hari, Israel Kembali Serang Gaza':

Halaman 3 dari 2
(nvc/nvc)


Berita Terkait