Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah ketika ditanya seorang wartawan di Gedung Putih soal pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Trump meneriaki wartawan dari media terkemuka CNN itu di depan para wartawan lainnya, dengan memintanya untuk "diam" dan menyebutnya "berita palsu".
Momen ini terjadi di Gedung Putih pada Senin (17/8) waktu setempat, setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk "mengurangi secara signifikan" latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel), yang dijadwalkan dimulai pada 17 Agustus waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Selasa (18/8/2026):
- Negosiasi Damai Mandek, Trump Serukan Iran Menyerah!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar Iran sebaiknya menyerah untuk mengakhiri konflik dengan AS. Seruan ini disampaikan saat upaya negosiasi damai antara kedua negara diwarnai kebuntuan.
"Mereka seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah," cetus Trump dalam wawancara terbaru via telepon dengan wartawan Fox News, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/8/2026).
Kesepakatan sementara yang telah ditandatangani oleh Washington dan Teheran pada Juni lalu, menetapkan "penghentian segera dan permanen terhadap operasi militer di semua front".
- Senator AS Kritik Trump Soal Buruknya Kondisi USS Abraham Lincoln
Senator Amerika Serikat mengkritik pemerintahan Presiden Donald Trump terkait kondisi buruk yang dialami para pelaut dan Marinir di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.
Senator Ruben Gallego mengatakan kondisi tersebut menunjukkan "kurangnya kepemimpinan yang sesungguhnya" dalam pemerintahan Trump.
Dalam sebuah wawancara dengan program "This Week" di ABC pada hari Minggu lalu, Gallego, seorang veteran Korps Marinir, menyalahkan kepemimpinan buruk pemerintahan Trump atas kekurangan makanan dan perlengkapan kebersihan di kapal tersebut, serta krisis kesehatan mental yang meningkat di antara para awak kapal.
- Heboh Kendaraan PM Thailand Disetop-Digeledah Polisi, Kok Bisa?
Kendaraan yang membawa Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul disetop polisi, bahkan sempat digeledah, saat dia melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Buriram di timur laut negara tersebut. Apa yang terjadi?
Momen tidak biasa itu, seperti dilansir media lokal Thailand, Khaosod English dan Bangkok Post, Selasa (18/8/2026), terjadi ketika Anutin melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Buriram pada Minggu (16/8) waktu setempat. Momen tersebut terekam video yang dipublikasikan oleh media-media lokal Thailand.
Dalam momen tersebut, sebuah kendaraan roda empat jenis MPV premium berwarna hitam disetop polisi di salah satu pos pemeriksaan yang ada di wilayah Buriram. Kendaraan tersebut kemudian diperiksa oleh para personel kepolisian dan pejabat administrasi distrik setempat.
- Menteri Garis Keras Israel Serukan Bunuh 30-40 Warga Gaza Tiap Malam
Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal radikal kembali melontarkan komentar kontroversial. Menteri garis keras Israel itu secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap 30-40 warga Gaza setiap malam.
Komentar itu, seperti dilansir Jerusalem Post dan Middle East Monitor, Selasa (18/8/2026), disampaikan Ben-Gvir saat berbicara dalam wawancara podcast "October 8" dengan Rom Braslavski, tentara Israel yang pernah disandera Hamas di Jalur Gaza.
Dalam podast itu, keduanya membahas upaya pemulihan Israel pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ketika Ben-Gvir mengkritik langkah Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, yang baru-baru ini mengurangi intensitas serangan di Jalur Gaza.
- Ditanya Soal Kim Jong Un, Trump Ngamuk ke Wartawan: Diam! Diam!
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah ketika ditanya seorang wartawan di Gedung Putih soal pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Trump meneriaki wartawan dari media terkemuka CNN itu di depan para wartawan lainnya, dengan memintanya untuk "diam" dan menyebutnya "berita palsu".
Momen ini terjadi di Gedung Putih pada Senin (17/8) waktu setempat, setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk "mengurangi secara signifikan" latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel), yang dijadwalkan dimulai pada 17 Agustus waktu setempat.
Alasannya, biaya latihan militer tahunan itu yang disebut Trump "besar", dan penolakan Seoul untuk berpartisipasi dalam operasi militer AS terhadap Iran.
Lihat juga Video Terpopuler Sepekan: Tantangan Hafalan Quran Tukar Miras-Klaim Penghasilan Ojol Naik










































