Negosiasi Damai Mandek, Trump Serukan Iran Menyerah!

Negosiasi Damai Mandek, Trump Serukan Iran Menyerah!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Agu 2026 13:55 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Umit Bektas)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan agar Iran sebaiknya menyerah untuk mengakhiri konflik dengan AS. Seruan ini disampaikan saat upaya negosiasi damai antara kedua negara diwarnai kebuntuan.

"Mereka seharusnya mengibarkan bendera putih tanda menyerah," cetus Trump dalam wawancara terbaru via telepon dengan wartawan Fox News, seperti dilansir Reuters, Selasa (18/8/2026).

Kesepakatan sementara yang telah ditandatangani oleh Washington dan Teheran pada Juni lalu, menetapkan "penghentian segera dan permanen terhadap operasi militer di semua front".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kesepakatan itu dengan cepat kandas, saat Trump mengumumkan bahwa kesepakatan itu "berakhir" pada 7 Juli lalu. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kesepakatan itu "ditangguhkan" sepekan kemudian.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan nota kesepahaman (MoU) tersebut, AS dan Iran berkomitmen untuk merundingkan kesepakatan final -- yang mencakup isu-isu lebih luas seperti nasib program nuklir Iran -- dalam waktu maksimal 60 hari, yang dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama.

Hari Senin (17/8) kemarin menandai berakhirnya batas waktu 60 hari sejak MoU tersebut ditandatangani oleh Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Trump Ancam Bombardir Oman Jika Halangi Selat Hormuz Dibuka

Secara terpisah, Iran dan Oman melakukan pembicaraan dalam upaya mencapai kesepakatan guna memulihkan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang dilalui 20 persen pasokan minyak dan gas global sebelum perang berkecamuk pada akhir Februari.

Menanggapi pembicaraan itu, Trump mengancam akan menggempur Oman jika negara itu menghalangi kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

"Jika Oman menghalangi, kita akan membombardir mereka habis-habisan," ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News.

Perselisihan mengenai kendali atas Selat Hormuz telah memicu kenaikan harga bahan bakar (BBM) dan memberikan tekanan kepada Trump untuk mengakhiri perang yang ditentang keras di dalam negeri AS.

Dalam pernyataan via Truth Social pada Senin (17/8), Trump menegaskan bahwa Iran tidak bisa mendapatkan senjata nuklir dalam situasi apa pun.

"Tujuan utamanya adalah -- dan akan selalu demikian -- bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dalam bentuk atau cara apa pun," tegas Presiden AS tersebut, mengulangi salah satu alasan yang pernah dia sampaikan untuk membenarkan operasi militer AS terhadap Iran.

Tonton juga video "Konflik Selat Hormuz: Trump Minta Iran Menyerah, Ancam Bombardir Oman"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini