Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang dikenal radikal kembali melontarkan komentar kontroversial. Menteri garis keras Israel itu secara terbuka menyerukan pembunuhan terhadap 30-40 warga Gaza setiap malam.
Komentar itu, seperti dilansir Jerusalem Post dan Middle East Monitor, Selasa (18/8/2026), disampaikan Ben-Gvir saat berbicara dalam wawancara podcast "October 8" dengan Rom Braslavski, tentara Israel yang pernah disandera Hamas di Jalur Gaza.
Dalam podast itu, keduanya membahas upaya pemulihan Israel pascaserangan Hamas pada 7 Oktober 2023, ketika Ben-Gvir mengkritik langkah Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, yang baru-baru ini mengurangi intensitas serangan di Jalur Gaza.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan rahasia lagi, saya tidak sependapat dengan Perdana Menteri," cetus Ben-Gvir.
"Menurut saya, kita perlu melancarkan serangan-serangan terarah di Gaza setiap malam, melenyapkan 30 atau 40 orang -- bukan hanya mereka yang membahayakan kita pada saat itu," kata Ben-Gvir dalam wawancara tersebut.
Dia mengatakan Israel harusnya tidak membatasi serangannya terhadap pihak-pihak yang "menimbulkan ancaman langsung" saja di Jalur Gaza.
"Ada orang-orang di sana yang tidak layak hidup. Mereka tidak seharusnya hidup. Mereka bahkan bukan manusia," ujar Ben-Gvir, yang memimpin Partai Jewish Power yang beraliran sayap kanan jauh tersebut.
Wawancara itu ditayangkan pada Sabtu (15/8) malam, namun komentar Ben-Gvir baru beredar luas pada Minggu (16/8), dan dengan cepat dibagikan oleh media-media Palestina.
Dalam wawancara yang sama, Ben-Gvir juga mengatakan bahwa warga Palestina yang "mungkin dianggap tidak terlibat" dalam pertempuran di Jalur Gaza tidak seharusnya dikecualikan dari serangan-serangan Israel.
Secara spesifik, Ben-Gvir merujuk pada seorang wanita Gaza yang memberikan makanan kepada Braslavski saat dia disandera Hamas. Dia menyebut wanita Gaza itu sebagai "teroris dalam segala hal" dan "pantas ditembak di kepala".
Braslavski yang memandu wawancara podcast dengan Ben-Gvir itu, disandera Hamas sejak 7 Oktober 2023 dan dibebaskan sebagai bagian dari pertukaran tahanan-sandera pada Oktober 2025 lalu.
Ben-Gvir: Saya Anggap Seluruh Gaza Milik Kita
Dalam wawancara itu, Ben-Gvir mengatakan dirinya bangga ditakuti di Jalur Gaza setelah Braslavski menggambarkan kebencian dan ketakutan para penculiknya kepada Menteri Israel tersebut.
"Saya menganggap seluruh Gaza sebagai milik kita," ucap Ben-Gvir, sembari menyerukan kembali permukiman Israel di seluruh Jalur Gaza dan mendorong warga Palestina untuk melakukan emigrasi dari wilayah tersebut.
"Pembangunan permukiman bukan hanya di Gush Katif (blok permukiman Yahudi yang dievakuasi Israel pada tahun 2005-red), tetapi di seluruh Gaza, mendorong emigrasi sebanyak mungkin, mengirimkan mereka ke negara-negara mereka, dan untuk para teroris, tidak ada emigrasi, tidak ada apa pun, hanya bunuh mereka satu per satu," tandasnya.
Tonton juga video "Bisa-bisanya Warga Israel Sabotase Air Petani Palestina untuk Kolam Renang"










































