Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah ketika ditanya seorang wartawan di Gedung Putih soal pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Trump meneriaki wartawan dari media terkemuka CNN itu di depan para wartawan lainnya, dengan memintanya untuk "diam" dan menyebutnya "berita palsu".
Momen ini terjadi di Gedung Putih pada Senin (17/8) waktu setempat, setelah Trump memerintahkan Pentagon untuk "mengurangi secara signifikan" latihan militer gabungan AS dan Korea Selatan (Korsel), yang dijadwalkan dimulai pada 17 Agustus waktu setempat.
Alasannya, biaya latihan militer tahunan itu yang disebut Trump "besar", dan penolakan Seoul untuk berpartisipasi dalam operasi militer AS terhadap Iran.
Dalam sesi tanya jawab di Gedung Putih, seperti dilansir Reuters dan HuffPost, Selasa (18/8/2026), salah satu wartawan melontarkan pertanyaan soal apakah Trump memangkas latihan militer gabungan AS-Korsel itu atas permintaan Kim Jong Un.
"Apakah dia (Kim Jong Un-red) secara khusus meminta Anda untuk menguranginya?" tanya wartawan tersebut, merujuk pada latihan militer gabungan AS-Korsel.
Bukannya menjawab pertanyaan itu, Trump mengarahkan jarinya ke arah wartawan tersebut sembari berkata: "Diam! Diam! Diam! Diam!"
"Anda sangat tidak sopan di hadapan anak muda ini," kata Trump, sambil menoleh ke arah seorang bocah laki-laki yang sedang duduk di sofa untuk acara pertemuan santai di Ruang Oval Gedung Putih. "Menurutmu, apakah dia tidak sopan?" tanya Presiden AS itu kepada bocah tersebut, sembari tertawa kecil.
"Diam. Anda dari media mana?" tanya Trump kepada wartawan yang melontarkan pertanyaan soal Kim Jong Un tersebut.
"Saya dari CNN," jawab wartawan tersebut. Laporan Variety menyebut wartawan yang dimaksud adalah koresponden senior CNN untuk Gedung Putih, Kristen Holmes.
"Berita palsu," timpal Trump.
(nvc/ita)