Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

Singapura Layangkan Peringatan ke 7 Perusahaan Indonesia Terkait Kabut Asap

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 17 Okt 2026 08:19 WIB
A family looks at the Singapore skyline at 2:10 p.m. as it is shrouded in haze on October 15, 2026. The Singapore government has announced safety measures for vulnerable citizens due to rising air pollution levels in the past few days. The haze is ca
Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto
Jakarta -

Pemerintah Singapura melayangkan peringatan kepada tujuh perusahaan di Indonesia yang disebut terkait kebakaran lahan penyebab kabut asap beracun yang menyelimuti kawasan Asia Tenggara. Singapura memperingatkan kondisi kabut asap berpotensi semakin parah.

Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait sumber kabut asap yang berdampak terhadap kualitas udara di negaranya.

"Hasil penyelidikan kami sejauh ini menunjukkan bahwa sebagian kabut asap yang dialami Singapura berasal dari kebakaran di lahan tujuh perusahaan di Indonesia," kata Fu, Jumat, seperti dilansir AFP, Sabtu (17/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketujuh perusahaan tersebut berada di Pulau Sumatera, Indonesia. Pemerintah Singapura akan mengirimkan surat peringatan pencegahan atau preventative notices kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

ADVERTISEMENT

Dalam peringatan itu, perusahaan diminta mengerahkan tim pemadam kebakaran, menghentikan pembakaran maupun pembukaan lahan dengan cara membakar, serta menyerahkan rencana penanganan kebakaran kepada Badan Lingkungan Nasional Singapura atau National Environment Agency (NEA).

Fu mengatakan pemerintah Singapura juga mempertimbangkan langkah hukum apabila perusahaan tidak mematuhi peringatan tersebut.

"Langkah-langkah seperti denda atau tuntutan hukum semuanya masih dalam ruang pertimbangan kami," ujarnya.

Pemerintah Singapura sebelumnya telah meningkatkan upaya untuk mengatasi kabut asap yang berlangsung selama berbulan-bulan. Negara tersebut juga telah memperingatkan akan mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang dianggap bertanggung jawab atas kebakaran.

Kabut asap akibat kebakaran lahan di kawasan Asia Tenggara dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kualitas udara di sejumlah wilayah memburuk. Singapura menyebut kondisi terburuk masih mungkin terjadi.

Adapun tujuh perusahaan yang disebut pemerintah Singapura sebagian besar merupakan pemasok kayu untuk industri pulp dan kayu di Sumatera.

Beberapa di antaranya yakni Bumi Andalas Permai, Bumi Mekar Hijau, dan SBA Wood Industries.

Lihat juga Video 'Sebaran Wilayah di Gorontalo yang Terdampak Kabut Asap Karhutla':

(azh/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini