Adik Kim Jong Un Ejek Korsel Usai Latihan Perang Dipangkas: Boneka AS!

Adik Kim Jong Un Ejek Korsel Usai Latihan Perang Dipangkas: Boneka AS!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 21 Agu 2026 14:45 WIB
Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, dalam foto saat mengunjungi Blue House di Korsel tahun 2018 lalu (dok. AFP PHOTO/YONHAP)
Kim Yo Jong, adik Kim Jong Un, dalam foto saat mengunjungi Blue House di Korsel tahun 2018 lalu (dok. AFP PHOTO/YONHAP)
Pyongyang -

Kim Yo Jong, adik perempuan dari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengejek Korea Selatan (Korsel) yang disebutnya terpaksa mengurangi skala "latihan perang yang sangat mereka sukai" karena perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Dia menyebut Seoul sebagai "boneka" Washington.

Dalam tanggapannya, seperti dilansir Yonhap dan Korea Times, Jumat (21/8/2026), Kim Yo Jong menyebut Presiden Lee Jae Myung "bermuka dua" dalam responsnya terhadap perintah Trump tersebut .

"Trump mengeluarkan perintah mendadak untuk mengurangi skala latihan tersebut. Hal ini menempatkan Seoul dalam situasi sulit karena mereka harus membatalkan 'latihan perang' yang sangat mereka sukai," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan yang dirilis media pemerintah Korut pada Kamis (20/8) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adik Kim Jong Un ini menyebut Korsel "tidak bisa melontarkan satu pun kata protes atas kepergian para GI (merujuk pada tentara AS-red)".

"Inilah nasib tidak terelakkan dari pasukan boneka," ejek Kim Yo Jong, salah satu juru bicara utama rezim Korut.

Pernyataan ini dirilis setelah Kim Yo Jong sebelumnya enggan berkomentar banyak, dengan menyebut perintah Trump itu "tidak layak dikomentari dan sama sekali tidak menarik".

Kim Yo Jong, dalam pernyataan terbarunya, mengkritik respons Presiden Korsel Lee Jae Myung yang mengatakan dirinya menghormati pengurangan skala latihan militer dengan AS, namun berjanji "memperkuat kemampuan militer secara mandiri". Dia menyebut respons Lee itu sebagai "pernyataan bermuka dua" yang mencerminkan kegelisahan dan ketidaksabaranl.

"Sembari menjilat Trump dengan komentar memalukan seperti 'menyampaikan rasa hormat' atau menyebut pengurangan latihan itu sebagai 'keputusan berbobot yang penuh pertimbangan matang', Lee Jae Myung yang belakangan justru berbicara soal pertahanan mandiri dan pengamanan kemampuan militer independen untuk mengantisipasi skenario terburuk, telah menyingkap psikologi Korea Selatan yang kontradiktif, dipenuhi kecemasan dan kegelisahan, melalui sikap munafik dan bermuka dua tersebut," sebutnya.

Kim Yo Jong menambahkan bahwa pengurangan skala latihan militer gabungan itu menjadi "bencana nyata" bagi Korsel, yang disebutnya telah "dibutakan oleh keyakinan teguh mereka terhadap tuan mereka, Amerika Serikat". Menurutnya, hubungan AS dan Korsel kini ibarat "hubungan antara majikan dan pelayan".

"Dunia menyaksikan kenyataan bahwa bantuan keamanan AS tidak lagi diberikan secara cuma-cuma," sebutnya.

"Demi mendapatkan dukungan dari tuan yang tak kenal belas kasihan itu, mereka mungkin harus menyerahkan bahkan tanah tempat mereka berpijak sekalipun," ucap Kim Yo Jong dalam pernyataannya, seperti dilansir Chosun Daily.

"Sudah saatnya bagi 'boneka' yang tidak punya tempat tujuan lainnya, untuk menyadari posisi yang digariskan bagi mereka," cetus adik Kim Jong Un tersebut.

Saksikan Live DetikSore:

Tonton juga video "Kelakar Donald Trump: Saya Sangat Kenal Kim Jong Un"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Berita Terkait