Muncul laporan terkait tujuh personel Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) tewas dan beberapa personel lainnya luka-luka dalam bentrokan hebat yang terjadi di kapal induk USS Abraham Lincoln. AS membantah laporan tersebut dan mengirim kapal induk lain.
Laporan soal bentrokan sengit di kapal induk AS itu, seperti dilansir Press TV, Rabu (12/6/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Tasnim News Agency, yang mengutip sumber militer terpercaya.
Menurut laporan Tasnim, insiden tersebut bermula ketika seorang penasihat untuk Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper naik ke USS Abraham Lincoln untuk menanggapi keluhan-keluhan yang semakin meningkat dari para awak kapal induk tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan ini muncul menyusul protes yang disampaikan pihak keluarga para tentara AS terkait lamanya masa penugasan kapal induk tersebut.
Penasihat itu disambut cemoohan dan lemparan botol air saat berbicara di hadapan para personel Angkatan Laut AS yang berkumpul.
Konfrontasi tersebut kemudian memuncak menjadi perkelahian fisik antar awak kapal induk AS tersebut. Sejumlah pisau dan senjata tajam lainnya digunakan dalam perkelahian tersebut.
Akibatnya, menurut sumber yang dikutip Tasnim, sedikitnya tujuh personel militer AS tewas dan beberapa personel militer lainnya tewas. Suasana di atas kapal induk AS itu dilaporkan masih tegang dan tidak menentu.
AS Membantah
Namun, pihak AS membantah. Bantahan itu disampaikan dalam unggahan di media sosial X, dilansir media CGTN, Jumat (14/8).
"Selama 48 jam terakhir, berbagai media telah melaporkan beberapa klaim palsu terkait penempatan USS Abraham Lincoln (CVN 72) ke Timur Tengah. Satu laporan menuduh tujuh pelaut tewas dalam perkelahian di atas kapal induk dan laporan lain baru-baru ini, menyebutkan adanya peningkatan niat bunuh diri. Laporan-laporan ini SALAH," tulis CENTCOM.
"USS Abraham Lincoln mempertahankan salah satu tingkat perpanjangan masa tugas awak kapal tertinggi (84,4%) di antara semua kapal induk di Angkatan Laut AS. Para pelaut dan marinir dari Gugus Tempur Kapal Induk Abraham Lincoln tetap tangguh dan gigih setelah lebih dari 260 hari di laut, 10.000 penerbangan pesawat, dan 1,5 juta pon amunisi yang digunakan," imbuh militer AS tersebut.
CENTCOM menyatakan tidak ada personel militer yang tewas, namun diakuinya ada satu pelaut yang jatuh ke laut tapi diselamatkan. Tidak disebutkan penyebab pelaut tersebut jatuh ke laut.
"Tidak ada anggota militer di atas kapal induk yang meninggal, dan satu pelaut yang jatuh ke laut pada 3 Agustus dengan cepat dan aman telah diselamatkan. Pemberitaan yang salah tentang penempatan bersejarah Abraham Lincoln merugikan para prajurit kita dan orang-orang yang mereka cintai," imbuh CENTCOM.
Kritik dari Senat
Pemimpin Minoritas Senat Amerika Serikat Chuck Schumer menyerukan pemecatan segera Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth, yang disebutnya "sama sekali tidak kompeten". Seruan ini disampaikan di tengah laporan soal kericuhan di kapal induk USS Abraham Lincoln.
"Ketika Pete Hegseth dinominasikan, semua orang tahu dia sama sekali tidak kompeten," kata Schumer dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dilansir Anadolu Agency, Jumat (14/8/2026).
"Sekarang para pelaut pemberani kita membayar harganya dengan cara yang mengerikan dan tak terbayangkan. Pete Hegseth harus segera dipecat," imbuh senator dari Partai Demokrat itu.
AS Kirim Kapal Induk Lain
Usai membantah laporan tersebut, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (AS) mengirimkan kapal induk USS George HW Bush ke Laut Arab.
Foto yang diunggah di platform media sosial X, seperti dilansir Aljazeera, Mingu (16/8/2026), memperlihatkan jet-jet tempur yang tampak lepas landas dari geladak penerbangan George HW Bush.
"Pesawat Angkatan Laut AS lepas landas dari geladak penerbangan USS George H.W. Bush (CVN 77) saat kapal tersebut berlayar di Laut Arab untuk mendukung keamanan di Timur Tengah," tulis akun media sosial CENTCOM.
USS George HW Bush (CVN-77) merupakan kapal induk bertenaga nuklir kelas Nimitz dan menjadi bagian dari armada kapal induk Angkatan Laut AS yang beroperasi di kawasan tersebut selama perang AS melawan Iran.
USS Abraham Lincoln bertolak dari California pada November 2025 untuk bertugas di Laut China Selatan, namun kemudian dialihkan rutenya ke Timur Tengah sebelum serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya menepis kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan dan kesehatan mental personel militer di kapal induk USS Abraham Lincoln yang dikerahkan untuk menghadapi Iran. Trump mengatakan bahwa kapal tersebut akan segera digantikan.
Dilansir AFP, Sabtu (15/8), saat ditanya oleh wartawan apakah keluarga para personel merasa khawatir dengan situasi di kapal induk Abraham Lincoln, Trump menjawab, "Tidak, mereka tidak khawatir."
Trump juga menolak anggapan bahwa kapal tersebut, yang kini telah berada di laut selama sembilan bulan, telah dikerahkan terlalu lama.
"Tidak, tidak, tidak, justru belum cukup lama," ujarnya.










































