Korut Kecam Latihan Gabungan AS-Korsel, Ancam Respons Tegas!

Korut Kecam Latihan Gabungan AS-Korsel, Ancam Respons Tegas!

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Agu 2026 15:39 WIB
Ilustrasi bendera Korut (dok. REUTERS/Edgar Su)
Ilustrasi bendera Korut (dok. REUTERS/Edgar Su)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) mengecam rencana latihan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel). Pyongyang memperingatkan akan memberikan respons tegas terhadap latihan gabungan, yang disebut oleh Korut sebagai "latihan untuk perang agresif".

Latihan militer skala besar "Ulchi Freedom Shield" dijadwalkan digelar mulai Senin (17/8) pekan depan, hingga 27 Agustus mendatang. Latihan ini akan melibatkan puluhan ribu tentara, peralatan militer, dan para personel militer dari AS, Korsel, dan negara-negara anggota Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Latihan militer gabungan ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan Al Jazeera, Jumat (14/8/2026), akan mencakup simulasi penanggulangan drone, gangguan GPS, dan serangan siber, seiring upaya AS dan sekutunya beradaptasi dengan kemampuan Korut yang terus berkembang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"AS mengumumkan bahwa latihan mendatang ini sangat berbeda dari latihan-latihan dalam lima tahun terakhir, dan bertujuan untuk menguasai kemampuan berperang berdasarkan aspek-aspek baru peperangan modern," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut, yang tidak disebut namanya, dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita Korut, KCNA.

"Merupakan prinsip konsisten kami dalam menjamin keamanan untuk merespons tingkat ancaman baru dengan tingkat pencegahan baru," tegas juru bicara tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut itu mengatakan bahwa latihan tersebut akan mencakup manuver lapangan, serta latihan perang menggunakan drone, perang elektronik, dan perang siber yang dirancang sebagai simulasi kondisi pertempuran modern.

Pyongyang menolak klaim Washington dan Seoul yang menyebut latihan gabungan itu merupakan latihan "rutin tahunan" dan bersifat "defensif".

Kementerian Luar Negeri Korut menyebut latihan militer gabungan AS-Korsel itu sebagai "latihan untuk perang agresif", yang akan memicu ketidakstabilan baru di kawasan tersebut.

"Kami akan mempertegas sikap terhadap musuh-musuh untuk menghadapi segala ancaman dan tantangan baru melalui pelaksanaan hak membela diri yang sah secara bertanggung jawab dan secara tegas," tegas Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataannya, seperti dilansir ABC News.

Pyongyang secara rutin mengecam latihan militer gabungan semacam itu sebagai provokasi yang meningkatkan ketegangan.

Beberapa hari lalu, atau pada Rabu (12/8), Korut meluncurkan sebuah rudal balistik ke arah lepas pantai timur Semenanjung Korea. Menurut Kepala Staf Gabungan Korsel, rudal Korut itu diluncurkan dari wilayah Wonsan. Ini menjadi aktivitas peluncuran kedua dalam enam hari terakhir oleh Pyongyang.

Tonton juga video "AS dan Sekutunya Ingatkan Ancaman Siber Korut, Pyongyang: Politis!"

Halaman 2 dari 2
(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini